Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Jabbar
Kebagusan amalan anggota badan seorang hamba tergantung pada
kebagusan qalbunya. Apabila qalbunya salim (sehat), tidak ada di
dalamnya melainkan kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan
kecintaan kepada apa yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta'ala, takut
kepada-Nya, takut terjatuh pada apa yang dibenci oleh-Nya, akan
baguslah seluruh amalan anggota badannya. Akan tumbuh pula pada
dirinya perasaan untuk menghindarkan diri dari segala perkara yang
haram dan syubhat.
Namun apabila qalbunya rusak, dikuasai oleh hawa nafsunya,
mencari apa yang diinginkan hawa nafsunya meski dalam perkara yang
Allah Subhanahu wa Ta'ala benci, akan rusaklah seluruh amalan anggota
badannya. Selain itu, akan menyeret pula kepada segala bentuk
kemaksiatan dan syubhat, sesuai dengan kadar penguasaan hawa nafsu
terhadap qalbunya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah
bersabda:
“Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad ada segumpal darah. Jika
ia baik, seluruh jasad akan baik pula. Jika ia rusak, maka seluruh
jasad akan rusak. Ketahuilah bahwa itu adalah qalbu.” (Shahih, HR.
Al-Bukhari no. 52, dan Muslim no. 4070)
Apabila seorang hamba memiliki qalbu yang salim akan muncul
darinya amalan-amalan yang shalih dan kesungguhan dalam beramal guna
mencapai kebahagiaan di kehidupan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta'ala
berfirman:
وَمَنْ أَرَادَ اْلآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ
مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُوْرًا
“Dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke
arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan ia adalah mukmin, maka
mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.”
(Al-Isra`: 19)
Dengan demikian, untuk mendorong dan menumbuhkan amalan-amalan
shalih, setiap hamba wajib menjaga qalbunya agar tetap salim (sehat)
dan terhindar dari penyakit-penyakit yang merusaknya.
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: “Tidak sempurna
keselamatan qalbu seorang hamba melainkan setelah selamat dari lima
perkara: "syirik yang menentang tauhid, bid’ah yang menyelisihi
As-Sunnah, syahwat yang menyelisihi perintah, kelalaian yang
menyelisihi dzikir, dan hawa nafsu yang menyelisihi ikhlas.” (Ad-Da`u
wad Dawa`, hal. 138)
Hamba yang memiliki qalbun salim akan selalu mengutamakan
kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia, yang mana Allah Subhanahu
wa Ta'ala telah mempersiapkan tempatnya di surga. Berbeda dengan orang
yang mengutamakan kehidupan dunia yang akan membawanya kepada neraka
Al-Jahim.
“Maka apabila hari kiamat telah datang. Pada hari ketika manusia
teringat akan apa yang telah dikerjakannya. Dan diperlihatkan neraka
dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang
melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka
sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang yang takut
kepada kebesaran Rabbnya, dan menahan diri dari keinginan hawa
nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (An-Nazi’at:
34-41)
Wallahu a’lam bish-shawab.
Bisnis serba gratis
Ayo Gabung GRATIIISSSS
Tampilkan postingan dengan label Al-Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Quran. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 07 November 2009
Senin, 02 November 2009
AGAMA ITU NASEHAT
Penulis: Al-Ustadz Abu Hamzah Al Atsary
Menjadi dambaan bersama tercapainya kebahagiaan dunia dan
akhirat, hidup berdampingan saling mencintai dalam lingkungan ukhuwah
Islamiyah yang diikat dengan kesatuan aqidah, kesatuan bendera, dan
kesatuan manhaj dalam mengarungi bahtera kehidupan. Namun, tentulah
hal itu tidak mudah untuk direalisasikan manakala masing-masing
individu kita sudah hilang kepeduliannya terhadap diri sendiri maupun
terhadap orang lain, sementara Islam datang sebagai agama nasehat yang
bila saja setiap individu muslim melaksanakan apa yang terkandung dari
makna-makna nasehat itu tentulah akan terwujud apa yang menjadi
dambaannya.
Lebih dari itu, nasehat adalah merupakan sunnah-sunnahnya para
rosul. Berkata Nuh 'alaihis salam kepada kaumnya, "Aku sampaikan
kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu, dan
aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak ketahui." (QS Al A'raaf:
62). Hud berkata kepada kaumnya, "Aku menyampaikan amanat-amanat
Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya
bagimu." (QS Al A'raaf: 68). Sholeh berkata kepada kaumnya, "Aku telah
menyampaikan amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu,
tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat." (QS Al
A'raaf: 79). Syu'aib berkata kepada kaumnya, "Aku telah menyampaikan
kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu.
Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang
kafir?" (QS Al A'raaf: 93).
Cukuplah seseorang dikatakan mulia bila ia melakukan apa yang
telah dilakukan oleh makhluk yang paling mulia yaitu para nabi dan
rosul (dalam hal menyebarkan nasehat) apalagi bila diketahui bahwa
nasehat adalah amalan yang paling afdhol, seperti pernyataan Imam
Abdullah ibnul Mubarak saat ditanya amalan apakah yang paling afdhol,
beliau menjawab, "Nasehat karena Allah." Dalam Shahih Bukhori dan
Muslim dari sahabat Abu Ruqoyah Tamim bin Aus Ad Daary, Rosulullah
shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Agama itu nasehat." Kami
bertanya, "Untuk siapa wahai Rosulullah?" Beliau menjawab, "Bagi
Allah, kitabNya, dan rosulNya, dan bagi para pemimpin Islam, dan bagi
muslimin umumnya." Hadits ini mempunyai kedudukan yang agung dimana
memberikan nash bahwa tiang agama dan pondasinya adalah nasehat.
Dengan keberadaannya maka agama pun akan tetap tegak di tengah-tengah
kaum muslimin, sebaliknya dengan lenyapnya nasehat maka akan
terjadilah kepincangan di tengah-tengah mereka dalam seluruh aspek
kehidupannya.
DEFINISI NASEHAT
Nasehat secara bahasa diambil dari kata-kata "An Nush-hu" yang
berarti memurnikan, membersihkan, juga berarti memperbaiki. Adapun
secara istilah nasehat adalah kalimat yang menyeluruh yang bermakna
memberikan tuntunan perbaikan untuk orang yang dinasehati. Dan para
ahlul ilmi mengibaratkan orang yang bersungguh-sungguh memberikan
perbaikan kepada yang lainnya seperti orang yang sedang memperbaiki
pakaiannya yang rusak.
NASEHAT BAGI ALLAH
Nasehat bagi Allah maknanya beriman kepadaNya dengan benar dan
beriman kepada seluruh apa yang terdapat dalam Kitab dan Sunnah dari
nama-namaNya yang husna dan sifat-sifatNya yang tinggi dengan keimanan
yang benar tanpa menyerupakanNya dengan yang lain, tanpa meniadakan
dan tanpa merubah-rubah maknanya. MengesakanNya dalam hal ibadah dan
meniadakan kesyirikan, melaksanakan perintahNya dan menjauhi
larangan-laranganNya, mencintai apa yang dicintaiNya dan membenci apa
yang dibenciNya. Memberikan loyalitas kepada hamba-hambaNya yang
beriman dan berlepas diri dari musuh-musuhNya serta melawan
orang-orang yang kafir terhadapNya. Menerima dan mengakui segala
nikmat-nikmatNya dan mensyukurinya serta mengikhlaskan untukNya dalam
segala perkara.
NASEHAT BAGI KITABNYA
Nasehat bagi kitabNya adalah beriman bahwa ia sebagai kalamullah
yang diturunkan dariNya dan bukan makhluk, tidak akan dapat didatangi
oleh kebatilan dari arah manapun, depannya maupun belakangnya.
Meskipun seluruh jin dan manusia bersekutu untuk mendatangkan yang
semisalnya niscaya tidak akan dapat menyerupainya. Allah berfirman,
"Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur`an yang Kami
wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang
semisal Al Qur`an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah,
jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat
membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuatnya, peliharalah
dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang
disediakan bagi orang-orang yang kafir." (QS Al Baqoroh: 23-24).
"Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat
yang serupa dengan Al Qur`an ini, niscaya mereka tidak akan dapat
membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi
pembantu bagi sebagian yang lain." (QS Al Israa`: 88).
Berkata Imam At Thohawi rohimahullah, "Sesungguhnya Al Qur`an
adalah kalam Allah, barangsiapa yang mendengarnya lalu mengiranya
sebagai kalam (perkataan) manusia, maka ia telah kufur dan sungguh
Allah telah mencelanya dan mengancamnya dengan neraka Saqar. Allah
berfirman, "Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar." (QS Al
Mudatstsir: 26). Ketika Allah mengancam dengan neraka Saqar bagi orang
yang mengatakan, "Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia." (QS Al
Mudatstsir: 25), maka kita ketahui dan yakini bahwa Al Qur`an adalah
kalam pencipta manusia, tidak serupa dengan perkataan manusia."
Termasuk nasehat bagi kitabNya ialah mengagungkannya dan
meyakininya sebagai konsep kehidupan yang sempurna dan universal cocok
untuk setiap zaman dan tempat. Allah berfirman, "Thaa Siin. (Surat)
ini adalah ayat-ayat Al Qur`an dan (ayat-ayat) kitab yang menjelaskan
untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang
beriman." (QS An Naml: 1-2). Termasuk nasehat bagi kitabNya adalah
membacanya dengan benar dan khusyu' serta mengajarkannya. Allah
berfirman, "Dan bacalah Al Qur`an itu dengan perlahan-lahan." (QS Al
Muzzammil: 4). Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur`an dan
mengajarkannya." (HR Bukhori).
NASEHAT BAGI ROSULNYA
Nasehat bagi RosulNya adalah membenarkan risalahnya, beriman
kepada seluruh apa yang dibawanya, mentaati perintah-perintahnya dan
larangan-larangannya, membelanya pada saat hidupnya dan setelah
meninggalnya, membenci orang-orang yang membencinya dan mencintai
orang-orang yang mencintainya, mengagungkan haknya dan memuliakannya,
menghidupkan jalannya dan sunnah-sunnahnya, mengumandangkan dakwahnya
dan menyebarkannya, menepis segala tuduhan-tuduhan yang ditujukan
kepadanya, berkhidmat terhadap ilmunya dan memahami makna-maknanya,
menyeru kepadanya dan mengagungkannya, menahan diri dari
membicarakannya tanpa ilmu, berakhlak dengan akhlaknya yang mulia dan
beradab dengan adabnya, mencintai ahli baitnya dan para
sahabat-sahabatnya, menjauhi orang-orang yang mengadakan hal yang baru
dalam sunnah-sunnahnya atau mencela sebagian dari kalangan sahabatnya.
Berkata Imam Al Qurthubi, "Nasehat bagi rosulNya adalah membenarkan
nubuwahnya, komitmen dalam ketaatannya, melaksanakan perintahnya dan
menjauhi larangannya, mencintai orang yang mencintainya dan membenci
orang yang membencinya, menghormatinya, mencintainya dan mencintai
ahli baitnya, mengagungkannya dan mengagungkan sunnah-sunnahnya,
menghidupkan sunnahnya setelah meninggalnya dengan mencarinya dan
mempelajarinya, membelanya dan menyebarkannya, serta berakhlak dengan
akhlak yang mulia."
NASEHAT BAGI PARA PEMIMPIN ISLAM
Nasehat bagi para pemimpin Islam dengan cara tolong-menolong
bersama mereka di atas kebenaran, mengarahkan mereka kepada kebenaran,
mengingatkannya dengan cara yang lemah lembut dan halus,
membangunkannya dari kelalaian, meninggalkan dari memberontak
kepadanya, sholat di belakangnya dan berjihad bersamanya, meninggalkan
dari memberontak kepadanya dengan pedang (senjata) ketika nampak pada
mereka kezholiman dan perlakuan yang semena-mena, serta mendo'akannya
senantiasa dengan kebaikan. Berkata Ibnu Hajar Al Asqolany, "(Nasehat
bagi para pemimpin Islam) dengan membantu tugas yang diembannya,
mengingatkan dari kelalaiannya, mengupayakan persatuan di bawahnya,
dan di antara nasehat terhadap mereka yang paling besar adalah menolak
kezholimannya dengan cara yang baik."
NASEHAT BAGI MUSLIMIN SECARA UMUM
Berkata Imam Nawawi rohimahullah, "(Nasehat bagi muslimin) yaitu
dengan mengarahkan mereka kepada apa yang membuatnya maslahat baik
untuk akhiratnya ataupun untuk dunianya serta menahan diri dari
menyakiti mereka, mengajari apa yang mereka tidak ketahui dari perkara
agamanya, membantu mereka dengan ucapan ataupun perbuatan, memerintah
mereka kepada yang ma'ruf dan mencegah mereka dari yang mungkar dengan
lemah lembut dan penuh keikhlasan, menyembunyikan aibnya dan menutupi
kelemahannya, menolak kemudharatan dari mereka dan mendatangkan
kemaslahatan untuk mereka, menghormati yang besarnya dan menyayangi
yang kecilnya, memberikan pengajaran yang baik dan meninggalkan dari
berbuat curang dan dengki kepada mereka, mencintai kebaikan untuk
mereka dan membenci kejelekan pada mereka serta membela harta-hartanya
dan kehormatannya, mendorong mereka untuk berakhlak dengan apa yang
telah disebutkan dari nasehat dan menumbuhkan kesemangatannya agar
senantiasa taat."
HUKUM MEMBERIKAN NASEHAT
Berkata Imam Nawawi rohimahullah, "Nasehat adalah fardhu
kifayah, jika sebagian orang telah melakukannya, jatuhlah kewajiban
bagi yang lainnya, dan ia (nasehat) adalah sebuah keharusan sesuai
dengan kemampuan." Kalangan ahlul ilmi yang lainnya berpendapat bahwa
nasehat itu ada yang hukumnya fardhu 'ain, ada pula yang fardhu
kifayah, yang wajib dan yang mustahab, karena Rosulullah shollallahu
'alaihi wa sallam menerangkan bahwa agama itu nasehat, sedangkan
perkara agama ada yang wajib, yang mustahab, yang fardhu 'ain, dan
juga fardhu kifayah." Wal 'ilmu 'indallah.
PENUTUP DAN KESIMPULAN
Demikianlah memang nasehat merupakan bagian penting dalam agama
dan kehidupan kita, bahkan nasehat adalah salah satu di antara
kelebihan-kelebihan yang membedakan kita dengan umat-umat lainnya
dimana Allah telah lebihkan kita menjadi umat pilihannya. Allah
berfirman, "Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat
Islam) umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas
(perbuatan) manusia dan agar Rosulnya (Muhammad) menjadi saksi atas
(perbuatan) kamu." (QS Al Baqoroh: 143). Dari penjelasan di atas dapat
kita ambil kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut:
1. Bahwasanya nasehat itu dinamakan sebagai agama dan Islam.
2. Bahwasanya agama itu terkait dengan amalan seperti halnya
terkait dengan ucapan.
3. Tidak ada agama bagi yang tidak menjalankan nasehat bagi
Allah, kitabNya, dan rosulNya, serta bagi para pemimpin Islam, dan
bagi muslimin umumnya.
4. Wajibnya nasehat atas seluruh kaum muslimin dalam seluruh
perkara yang disebutkan dengan segala jenisnya sesuai dengan kadar
kemampuannya, ilmunya, dan kedudukannya di tengah-tengah masyarakat.
5. Nasehat adalah bagian dari iman.
Walhamdulillahi rabbil 'alamin. Wal 'ilmu 'indallah.
Ditulis oleh Abu Hamzah Al Atsary
Sumber bacaan:
- Al Qur`anul Karim
- Mudzakkirotul Hadits An Nabawi fil Aqidah wal Ittiba'
- Qowa'id wa Fawa'id
- Nashihati lin Nisaa`
Imam Sholat Sunnah, Makmum Sholat Wajib
Tanya: Assalamu 'alaikum. Bagaimana hukumnya jika kita sholat
sunnah tapi kemudian datang makmum masbuq yang langsung jadi makmum
kita dalam rangka sholat wajib? Jazakallahu khoiron wassalamu
'alaikum.
Jawab: Wa 'alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh. Tidak
apa-apa yang demikian itu jika terjadi dan sholatnya pun sah baik
sholat Anda atau pun makmum Anda meskipun berbeda keadaannya, Anda
sholat sunnah sedang makmum Anda sholat wajib. Dalam Shahih Bukhori
dan Muslim, bahwa Mu'adz bin Jabal sholat bersama Rosulullah
shollallahu 'alaihi wa sallam (sebagai makmum, -pent) pada sholat
Isya`, kemudian beliau (Mu'adz) pulang menemui kaumnya lalu sholat
bersama mereka (sebagai imam) pada sholat yang sama (Isya`). Dan telah
diketahui bahwa sholatnya Mu'adz pada kali yang pertama bersama
Rosulullah adalah sholat wajib, sedang yang kedua kalinya adalah
nafilah (sunnah) dan kaumnya sholat wajib dan nabi pun tidak
mengingkarinya. Imam Ahmad rohimahullah memberikan pernyataan yang
jelas dengan berkata, "Apabila seseorang hendak melaksanakan sholat
dan mendapati imam sedang melaksanakan sholat tarawih, lalu ia sholat
Isya` bersamanya (sebagai makmum) maka hal itu tidak apa-apa."
Jelaslah bahwa orang yang sholat tarawih adalah nafilah sedang yang
sholat Isya` adalah muftaridh (sholat fardhu). Ini pula yang dikuatkan
dan dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (Al Ikhtiyaarot: 86).
Demikian wal 'ilmu 'indallah.
pasang iklan disini
wedhe
Menjadi dambaan bersama tercapainya kebahagiaan dunia dan
akhirat, hidup berdampingan saling mencintai dalam lingkungan ukhuwah
Islamiyah yang diikat dengan kesatuan aqidah, kesatuan bendera, dan
kesatuan manhaj dalam mengarungi bahtera kehidupan. Namun, tentulah
hal itu tidak mudah untuk direalisasikan manakala masing-masing
individu kita sudah hilang kepeduliannya terhadap diri sendiri maupun
terhadap orang lain, sementara Islam datang sebagai agama nasehat yang
bila saja setiap individu muslim melaksanakan apa yang terkandung dari
makna-makna nasehat itu tentulah akan terwujud apa yang menjadi
dambaannya.
Lebih dari itu, nasehat adalah merupakan sunnah-sunnahnya para
rosul. Berkata Nuh 'alaihis salam kepada kaumnya, "Aku sampaikan
kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu, dan
aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak ketahui." (QS Al A'raaf:
62). Hud berkata kepada kaumnya, "Aku menyampaikan amanat-amanat
Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya
bagimu." (QS Al A'raaf: 68). Sholeh berkata kepada kaumnya, "Aku telah
menyampaikan amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu,
tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat." (QS Al
A'raaf: 79). Syu'aib berkata kepada kaumnya, "Aku telah menyampaikan
kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu.
Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang
kafir?" (QS Al A'raaf: 93).
Cukuplah seseorang dikatakan mulia bila ia melakukan apa yang
telah dilakukan oleh makhluk yang paling mulia yaitu para nabi dan
rosul (dalam hal menyebarkan nasehat) apalagi bila diketahui bahwa
nasehat adalah amalan yang paling afdhol, seperti pernyataan Imam
Abdullah ibnul Mubarak saat ditanya amalan apakah yang paling afdhol,
beliau menjawab, "Nasehat karena Allah." Dalam Shahih Bukhori dan
Muslim dari sahabat Abu Ruqoyah Tamim bin Aus Ad Daary, Rosulullah
shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Agama itu nasehat." Kami
bertanya, "Untuk siapa wahai Rosulullah?" Beliau menjawab, "Bagi
Allah, kitabNya, dan rosulNya, dan bagi para pemimpin Islam, dan bagi
muslimin umumnya." Hadits ini mempunyai kedudukan yang agung dimana
memberikan nash bahwa tiang agama dan pondasinya adalah nasehat.
Dengan keberadaannya maka agama pun akan tetap tegak di tengah-tengah
kaum muslimin, sebaliknya dengan lenyapnya nasehat maka akan
terjadilah kepincangan di tengah-tengah mereka dalam seluruh aspek
kehidupannya.
DEFINISI NASEHAT
Nasehat secara bahasa diambil dari kata-kata "An Nush-hu" yang
berarti memurnikan, membersihkan, juga berarti memperbaiki. Adapun
secara istilah nasehat adalah kalimat yang menyeluruh yang bermakna
memberikan tuntunan perbaikan untuk orang yang dinasehati. Dan para
ahlul ilmi mengibaratkan orang yang bersungguh-sungguh memberikan
perbaikan kepada yang lainnya seperti orang yang sedang memperbaiki
pakaiannya yang rusak.
NASEHAT BAGI ALLAH
Nasehat bagi Allah maknanya beriman kepadaNya dengan benar dan
beriman kepada seluruh apa yang terdapat dalam Kitab dan Sunnah dari
nama-namaNya yang husna dan sifat-sifatNya yang tinggi dengan keimanan
yang benar tanpa menyerupakanNya dengan yang lain, tanpa meniadakan
dan tanpa merubah-rubah maknanya. MengesakanNya dalam hal ibadah dan
meniadakan kesyirikan, melaksanakan perintahNya dan menjauhi
larangan-laranganNya, mencintai apa yang dicintaiNya dan membenci apa
yang dibenciNya. Memberikan loyalitas kepada hamba-hambaNya yang
beriman dan berlepas diri dari musuh-musuhNya serta melawan
orang-orang yang kafir terhadapNya. Menerima dan mengakui segala
nikmat-nikmatNya dan mensyukurinya serta mengikhlaskan untukNya dalam
segala perkara.
NASEHAT BAGI KITABNYA
Nasehat bagi kitabNya adalah beriman bahwa ia sebagai kalamullah
yang diturunkan dariNya dan bukan makhluk, tidak akan dapat didatangi
oleh kebatilan dari arah manapun, depannya maupun belakangnya.
Meskipun seluruh jin dan manusia bersekutu untuk mendatangkan yang
semisalnya niscaya tidak akan dapat menyerupainya. Allah berfirman,
"Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur`an yang Kami
wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang
semisal Al Qur`an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah,
jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat
membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuatnya, peliharalah
dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang
disediakan bagi orang-orang yang kafir." (QS Al Baqoroh: 23-24).
"Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat
yang serupa dengan Al Qur`an ini, niscaya mereka tidak akan dapat
membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi
pembantu bagi sebagian yang lain." (QS Al Israa`: 88).
Berkata Imam At Thohawi rohimahullah, "Sesungguhnya Al Qur`an
adalah kalam Allah, barangsiapa yang mendengarnya lalu mengiranya
sebagai kalam (perkataan) manusia, maka ia telah kufur dan sungguh
Allah telah mencelanya dan mengancamnya dengan neraka Saqar. Allah
berfirman, "Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar." (QS Al
Mudatstsir: 26). Ketika Allah mengancam dengan neraka Saqar bagi orang
yang mengatakan, "Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia." (QS Al
Mudatstsir: 25), maka kita ketahui dan yakini bahwa Al Qur`an adalah
kalam pencipta manusia, tidak serupa dengan perkataan manusia."
Termasuk nasehat bagi kitabNya ialah mengagungkannya dan
meyakininya sebagai konsep kehidupan yang sempurna dan universal cocok
untuk setiap zaman dan tempat. Allah berfirman, "Thaa Siin. (Surat)
ini adalah ayat-ayat Al Qur`an dan (ayat-ayat) kitab yang menjelaskan
untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang
beriman." (QS An Naml: 1-2). Termasuk nasehat bagi kitabNya adalah
membacanya dengan benar dan khusyu' serta mengajarkannya. Allah
berfirman, "Dan bacalah Al Qur`an itu dengan perlahan-lahan." (QS Al
Muzzammil: 4). Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur`an dan
mengajarkannya." (HR Bukhori).
NASEHAT BAGI ROSULNYA
Nasehat bagi RosulNya adalah membenarkan risalahnya, beriman
kepada seluruh apa yang dibawanya, mentaati perintah-perintahnya dan
larangan-larangannya, membelanya pada saat hidupnya dan setelah
meninggalnya, membenci orang-orang yang membencinya dan mencintai
orang-orang yang mencintainya, mengagungkan haknya dan memuliakannya,
menghidupkan jalannya dan sunnah-sunnahnya, mengumandangkan dakwahnya
dan menyebarkannya, menepis segala tuduhan-tuduhan yang ditujukan
kepadanya, berkhidmat terhadap ilmunya dan memahami makna-maknanya,
menyeru kepadanya dan mengagungkannya, menahan diri dari
membicarakannya tanpa ilmu, berakhlak dengan akhlaknya yang mulia dan
beradab dengan adabnya, mencintai ahli baitnya dan para
sahabat-sahabatnya, menjauhi orang-orang yang mengadakan hal yang baru
dalam sunnah-sunnahnya atau mencela sebagian dari kalangan sahabatnya.
Berkata Imam Al Qurthubi, "Nasehat bagi rosulNya adalah membenarkan
nubuwahnya, komitmen dalam ketaatannya, melaksanakan perintahnya dan
menjauhi larangannya, mencintai orang yang mencintainya dan membenci
orang yang membencinya, menghormatinya, mencintainya dan mencintai
ahli baitnya, mengagungkannya dan mengagungkan sunnah-sunnahnya,
menghidupkan sunnahnya setelah meninggalnya dengan mencarinya dan
mempelajarinya, membelanya dan menyebarkannya, serta berakhlak dengan
akhlak yang mulia."
NASEHAT BAGI PARA PEMIMPIN ISLAM
Nasehat bagi para pemimpin Islam dengan cara tolong-menolong
bersama mereka di atas kebenaran, mengarahkan mereka kepada kebenaran,
mengingatkannya dengan cara yang lemah lembut dan halus,
membangunkannya dari kelalaian, meninggalkan dari memberontak
kepadanya, sholat di belakangnya dan berjihad bersamanya, meninggalkan
dari memberontak kepadanya dengan pedang (senjata) ketika nampak pada
mereka kezholiman dan perlakuan yang semena-mena, serta mendo'akannya
senantiasa dengan kebaikan. Berkata Ibnu Hajar Al Asqolany, "(Nasehat
bagi para pemimpin Islam) dengan membantu tugas yang diembannya,
mengingatkan dari kelalaiannya, mengupayakan persatuan di bawahnya,
dan di antara nasehat terhadap mereka yang paling besar adalah menolak
kezholimannya dengan cara yang baik."
NASEHAT BAGI MUSLIMIN SECARA UMUM
Berkata Imam Nawawi rohimahullah, "(Nasehat bagi muslimin) yaitu
dengan mengarahkan mereka kepada apa yang membuatnya maslahat baik
untuk akhiratnya ataupun untuk dunianya serta menahan diri dari
menyakiti mereka, mengajari apa yang mereka tidak ketahui dari perkara
agamanya, membantu mereka dengan ucapan ataupun perbuatan, memerintah
mereka kepada yang ma'ruf dan mencegah mereka dari yang mungkar dengan
lemah lembut dan penuh keikhlasan, menyembunyikan aibnya dan menutupi
kelemahannya, menolak kemudharatan dari mereka dan mendatangkan
kemaslahatan untuk mereka, menghormati yang besarnya dan menyayangi
yang kecilnya, memberikan pengajaran yang baik dan meninggalkan dari
berbuat curang dan dengki kepada mereka, mencintai kebaikan untuk
mereka dan membenci kejelekan pada mereka serta membela harta-hartanya
dan kehormatannya, mendorong mereka untuk berakhlak dengan apa yang
telah disebutkan dari nasehat dan menumbuhkan kesemangatannya agar
senantiasa taat."
HUKUM MEMBERIKAN NASEHAT
Berkata Imam Nawawi rohimahullah, "Nasehat adalah fardhu
kifayah, jika sebagian orang telah melakukannya, jatuhlah kewajiban
bagi yang lainnya, dan ia (nasehat) adalah sebuah keharusan sesuai
dengan kemampuan." Kalangan ahlul ilmi yang lainnya berpendapat bahwa
nasehat itu ada yang hukumnya fardhu 'ain, ada pula yang fardhu
kifayah, yang wajib dan yang mustahab, karena Rosulullah shollallahu
'alaihi wa sallam menerangkan bahwa agama itu nasehat, sedangkan
perkara agama ada yang wajib, yang mustahab, yang fardhu 'ain, dan
juga fardhu kifayah." Wal 'ilmu 'indallah.
PENUTUP DAN KESIMPULAN
Demikianlah memang nasehat merupakan bagian penting dalam agama
dan kehidupan kita, bahkan nasehat adalah salah satu di antara
kelebihan-kelebihan yang membedakan kita dengan umat-umat lainnya
dimana Allah telah lebihkan kita menjadi umat pilihannya. Allah
berfirman, "Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat
Islam) umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas
(perbuatan) manusia dan agar Rosulnya (Muhammad) menjadi saksi atas
(perbuatan) kamu." (QS Al Baqoroh: 143). Dari penjelasan di atas dapat
kita ambil kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut:
1. Bahwasanya nasehat itu dinamakan sebagai agama dan Islam.
2. Bahwasanya agama itu terkait dengan amalan seperti halnya
terkait dengan ucapan.
3. Tidak ada agama bagi yang tidak menjalankan nasehat bagi
Allah, kitabNya, dan rosulNya, serta bagi para pemimpin Islam, dan
bagi muslimin umumnya.
4. Wajibnya nasehat atas seluruh kaum muslimin dalam seluruh
perkara yang disebutkan dengan segala jenisnya sesuai dengan kadar
kemampuannya, ilmunya, dan kedudukannya di tengah-tengah masyarakat.
5. Nasehat adalah bagian dari iman.
Walhamdulillahi rabbil 'alamin. Wal 'ilmu 'indallah.
Ditulis oleh Abu Hamzah Al Atsary
Sumber bacaan:
- Al Qur`anul Karim
- Mudzakkirotul Hadits An Nabawi fil Aqidah wal Ittiba'
- Qowa'id wa Fawa'id
- Nashihati lin Nisaa`
Imam Sholat Sunnah, Makmum Sholat Wajib
Tanya: Assalamu 'alaikum. Bagaimana hukumnya jika kita sholat
sunnah tapi kemudian datang makmum masbuq yang langsung jadi makmum
kita dalam rangka sholat wajib? Jazakallahu khoiron wassalamu
'alaikum.
Jawab: Wa 'alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh. Tidak
apa-apa yang demikian itu jika terjadi dan sholatnya pun sah baik
sholat Anda atau pun makmum Anda meskipun berbeda keadaannya, Anda
sholat sunnah sedang makmum Anda sholat wajib. Dalam Shahih Bukhori
dan Muslim, bahwa Mu'adz bin Jabal sholat bersama Rosulullah
shollallahu 'alaihi wa sallam (sebagai makmum, -pent) pada sholat
Isya`, kemudian beliau (Mu'adz) pulang menemui kaumnya lalu sholat
bersama mereka (sebagai imam) pada sholat yang sama (Isya`). Dan telah
diketahui bahwa sholatnya Mu'adz pada kali yang pertama bersama
Rosulullah adalah sholat wajib, sedang yang kedua kalinya adalah
nafilah (sunnah) dan kaumnya sholat wajib dan nabi pun tidak
mengingkarinya. Imam Ahmad rohimahullah memberikan pernyataan yang
jelas dengan berkata, "Apabila seseorang hendak melaksanakan sholat
dan mendapati imam sedang melaksanakan sholat tarawih, lalu ia sholat
Isya` bersamanya (sebagai makmum) maka hal itu tidak apa-apa."
Jelaslah bahwa orang yang sholat tarawih adalah nafilah sedang yang
sholat Isya` adalah muftaridh (sholat fardhu). Ini pula yang dikuatkan
dan dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (Al Ikhtiyaarot: 86).
Demikian wal 'ilmu 'indallah.
pasang iklan disini
wedhe
Senin, 26 Oktober 2009
Arti Ayat Kursi
“Allah tidak ada Ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus
menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat
memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya, Allah mengetahui
apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka
tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang
dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak
merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha
Besar.” (QS. Al-Baqarah:255)
Kandungan Ayat
Ayat kursi ini mengandung banyak keutamaan bahkan setiap katanya
banyak sekali arti yang luas. Namun kandungan yang paling penting
antara lain:
· Ayat Kursi salah satu agung dan ayat mulia dalam Al-Qur’an, karena
secara umum memuat banyak sekali asma-asama (nama-nama) Allah dan
sifat-sifat Allah yang mulia.
· Tidak ada satupun tindakan yang tidak diketahui Allah sekecil
apapun perbuatan itu. Konsekuensi ayat ini adalah bahwa setiap muslim
harus benar-benar menjaga setiap gerak langkahnya. Karena apapun yang
dilakukannya dari mulai bangun hingga kembali memejamkan mata ada
balasan yang akan diperolehnya
· Keharusan memberikan kualitas pada kehidupan dengan berbagai
manfaat. Baik untuk diri sendiri, untuk agamanya, keluarga, masyarakat
dan hingga akhiratnya.
· Apapun bentuk yang terjadi di dunia ini, baik yang menimpa dirinya,
pekerjaanya, keluarganya dan lainnya tidak lepas dari takdir dan
kekuasaan Allah semata. Dan apapun bentuk perubahan yang dikehendaki
manusia tidak lepas dari izin Allah semata. Seperti yang tertuang
dalam kalimat:
“Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya.”
Keutamaan Membaca Ayat Kursi
· Nabi Saw pernah, berkata kepada Ubay bin Ka’ab, “Ayat apa yang
paling agung di dalam Kitabullah?.”“Aku menjawab, Allah dan
Rasul-Nya-lah yang lebih tahu.” Hingga beliau mengulangi pertanyaannya
sampai tiga kali, kemudian aku berkata, “Allâhu Lâ ilâha illa huwal
Hayyul Qayyûm.” Dia berkata, “Lalu beliau menepuk dadanya sembari
berkata, “Semoga ilmumu menjadi ringan, wahai Abul Mundzir!.”
(HR.Muslim)
· Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, “Rasulullah Saw menugaskanku
untuk menjaga zakat Ramadhan, lalu seseorang datang kepadaku seraya
membuang makanan yang ada di tangannya, lantas aku memungutnya sembari
berkata, ‘Akan aku laporkan hal ini kepada Rasulullah Saw. Lalu Abu
Hurairah menceritakan tentang hadits tersebut, diantara isinya adalah,
‘Beliau bersabda, ‘ Bila engkau akan beranjak ke tempat tidurmu, maka
bacalah ayat Kursi karena sesungguhnya ia (dapat menjadikanmu)
senantiasa mendapatkan penjagaan dari Allah dan syaithan tidak akan
mendekatimu hingga pagi hari.’ Nabi Saw., bersabda kepadanya, “Dia
telah berkata jujur padamu padahal seorang pembohong, itulah
syaithan.” (HR.al-Bukhari)
Banyak hadist lainnya yang menceritakan keutamaa membaca ayat kursi
begitu pula dengan penafsirannya dan memang bukan disini tempatnya
membahas panjang lebar.
Waktu Membaca Ayat Kursi
Dianjurkan membaca ayat Kursi seusai setiap shalat fardhu, ketika akan
tidur dan di saat apa saja. Imam Nawawi dalam Al-Adzakrnya menyarankan
agar setiap pergi keluar dari rumah atau hendak bepergiaan baiknya
membaca Ayat Kursi 3 x selain membaca surat Al-Fiil.
Saya pribadi sering melaksanakan anjuran sang Imam, dan alhamdulilah
memang berkah dan manfaatnya besar sekali.
Semoga bermanfaat
by: www.fee24hour.com
menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat
memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya, Allah mengetahui
apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka
tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang
dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak
merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha
Besar.” (QS. Al-Baqarah:255)
Kandungan Ayat
Ayat kursi ini mengandung banyak keutamaan bahkan setiap katanya
banyak sekali arti yang luas. Namun kandungan yang paling penting
antara lain:
· Ayat Kursi salah satu agung dan ayat mulia dalam Al-Qur’an, karena
secara umum memuat banyak sekali asma-asama (nama-nama) Allah dan
sifat-sifat Allah yang mulia.
· Tidak ada satupun tindakan yang tidak diketahui Allah sekecil
apapun perbuatan itu. Konsekuensi ayat ini adalah bahwa setiap muslim
harus benar-benar menjaga setiap gerak langkahnya. Karena apapun yang
dilakukannya dari mulai bangun hingga kembali memejamkan mata ada
balasan yang akan diperolehnya
· Keharusan memberikan kualitas pada kehidupan dengan berbagai
manfaat. Baik untuk diri sendiri, untuk agamanya, keluarga, masyarakat
dan hingga akhiratnya.
· Apapun bentuk yang terjadi di dunia ini, baik yang menimpa dirinya,
pekerjaanya, keluarganya dan lainnya tidak lepas dari takdir dan
kekuasaan Allah semata. Dan apapun bentuk perubahan yang dikehendaki
manusia tidak lepas dari izin Allah semata. Seperti yang tertuang
dalam kalimat:
“Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya.”
Keutamaan Membaca Ayat Kursi
· Nabi Saw pernah, berkata kepada Ubay bin Ka’ab, “Ayat apa yang
paling agung di dalam Kitabullah?.”“Aku menjawab, Allah dan
Rasul-Nya-lah yang lebih tahu.” Hingga beliau mengulangi pertanyaannya
sampai tiga kali, kemudian aku berkata, “Allâhu Lâ ilâha illa huwal
Hayyul Qayyûm.” Dia berkata, “Lalu beliau menepuk dadanya sembari
berkata, “Semoga ilmumu menjadi ringan, wahai Abul Mundzir!.”
(HR.Muslim)
· Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, “Rasulullah Saw menugaskanku
untuk menjaga zakat Ramadhan, lalu seseorang datang kepadaku seraya
membuang makanan yang ada di tangannya, lantas aku memungutnya sembari
berkata, ‘Akan aku laporkan hal ini kepada Rasulullah Saw. Lalu Abu
Hurairah menceritakan tentang hadits tersebut, diantara isinya adalah,
‘Beliau bersabda, ‘ Bila engkau akan beranjak ke tempat tidurmu, maka
bacalah ayat Kursi karena sesungguhnya ia (dapat menjadikanmu)
senantiasa mendapatkan penjagaan dari Allah dan syaithan tidak akan
mendekatimu hingga pagi hari.’ Nabi Saw., bersabda kepadanya, “Dia
telah berkata jujur padamu padahal seorang pembohong, itulah
syaithan.” (HR.al-Bukhari)
Banyak hadist lainnya yang menceritakan keutamaa membaca ayat kursi
begitu pula dengan penafsirannya dan memang bukan disini tempatnya
membahas panjang lebar.
Waktu Membaca Ayat Kursi
Dianjurkan membaca ayat Kursi seusai setiap shalat fardhu, ketika akan
tidur dan di saat apa saja. Imam Nawawi dalam Al-Adzakrnya menyarankan
agar setiap pergi keluar dari rumah atau hendak bepergiaan baiknya
membaca Ayat Kursi 3 x selain membaca surat Al-Fiil.
Saya pribadi sering melaksanakan anjuran sang Imam, dan alhamdulilah
memang berkah dan manfaatnya besar sekali.
Semoga bermanfaat
by: www.fee24hour.com
Minggu, 04 Oktober 2009
Sikap Hidup Seorang Muslim
oleh : Abu Ubaidillah
>
>
> Manusia hidup di dunia ini pasti mendapatkan berbagai kesulitan. Ini
> adalah ketetapan dari Allah SWT. Dia telah berfirman: “Sesungguhnya Kami
> telah menciptakan manusia berada dalam susah payah “ ( QS.Al-Balad:4 )
>
>
> Akan tetapi, kita harus ingat bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha
> Bijaksana, menetapkan segala sesuatu dengan hikmah yang sangat agung.
> Oleh karena itulah, Allah juga membekali manusia dengan berbagai sarana
> dan kemampuan untuk bisa menghadapi kesulitan tersebut.
>
>
> HIDUP ADALAH UJIAN
>
> Ketetapan Allah ini menunjukkan bahwa kehidupan adalah ujian bagi
> manusia. Dengan adanya berbagai kesulitan ini, manusia akan
> terklasifikasi berdasarkan sikap mereka dalam menghadapinya dan akibat
> dari sikap tersebut. DI antara mereka ada yang mendapatkan kecintaan
> Allah, sedangkan yang lain mendapatkan kemurkaan-Nya.
>
>
> Allah SWT berfirman: “ Yang menjadikan kematian dan kehidupan, supaya
> Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia
> Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. ( QS.al-Mulk:2 )
>
>
> SIKAP MANUSIA
>
> Dalam ujian hidup ini, setiap manusia pasti memiliki harapan untuk
> mendapatkan manfaat atau menolah bahaya. Akan tetapi dalam mewujudkan
> harapan ini manusia memiliki sikap dan jalan yang berbeda-beda, sesuai
> dengan keyakinan dan akidah mereka. Disinilah kita harus memperhatikan
> apakah sikap kita berdasarkan akidah yang benar atau yang keliru? Jika
> berdasarkan akidah yang benar, maka benarlah sikap kita dan jalan yang
> kita tempuh. Jika sebaliknya, bersegeralah mencari jalan kebenaran itu.
>
>
> Secara global, manusia terbagi dalam tiga kelompok:
>
>
> Pertama:Orang yang meyakini bahwa manusia tidak memiliki usaha. Dia
> menganggap bahwa manusia hanyalah bagaikan kapas tertiup angin, tidak
> memiliki kehendak dan usaha. Orang ini bermalas-malasan dalam berusaha
> menggapai maslahat ( kebaikan ) dan menolak bahaya. Sikap ini jelas
> bertentangan dengan firman Allah SWT: “ Sesungguhnya Allah tidak
> mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka
> sendiri”. ( QS.ar-Rad:11 )
>
>
> Kedua:Orang yang bersandar penuh kepada usaha dan kemampuan dirinya. Dia
> menyangka bahwa datangnya kebaikan dan tertolaknya bahaya tergantung
> mutlak kepada usaha yang dilakukannya. Orang seperti ini berarti telah
> meniadakan kemampuan Allah dalam menetapkan takdir. Alangkah sombongnya
> orang semacam ini, padahal jika Allah menimpakan bencana kepadanya, dia
> tidak akan bisa mengelak.
>
>
> Ketiga:Orang yang berada dipertengahan antara dua golongan diatas. Dia
> meyakini bahwa manusia memiliki kehendak dan kemampuan untuk berusaha
> mendatangkan manfaat dan menolak bahaya, bersamaan dengan ini dia
> menyadari bahwa usaha yang dilakukannya tetap bergantung kepada kehendak
> Allah. Dengan demikian, dalam melakukan usahanya, dia senantiasa
> bergantung kepada Allah. Jika usaha yang dilakukannya berhasil, dia akan
> memuji Allah. Jika gagal, dia akan berintrospeksi diri dan tidak merasa
> putus asa. Ini sangat sesuai dengan firman Allah SWT:” Sesungguhnya
> ( ayat-ayat ) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki
> ( kebaikan bagi dirinya ) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya.
> Dan kamu tidak mampu ( menempuh jalan itu ), kecuali bila Allah
> menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
> Bijaksana” ( QS.al-Insaan:29-30 )
>
>
> PERHATIKAN USAHAMU!!!
>
> Setelah kita memahami sikap yang benar dalam menghadapi kehidupan, yaitu
> berusaha mendapatkan kebaikan dan menolak bahaya dengan tetap bergantung
> dan menyandarkan hasilnya hanya kepada Allah, maka ada satu hal lain
> yang harus kita pahami dan perhatikan. Hendaknya, usaha yang kita
> lakukan benar-benar sesuai dengan kecintaan dan keridhaan Allah. Dengan
> kata lain, usaha kita tidak bertentangan dengan syariat Allah. Tentunya
> cita-cita tertinggi seorang muslim adalah menggapai kecintaan dan
> keridhaan Allah.
>
>
> Untuk itulah, jangan sampai usaha kita tercampur dengan kesyirikan,
> kebid'ahan ( perkara baru dalam agama ), atau kemaksiatan kepada Allah
> SWT dan Rasul-Nya.
>
>
> Barangkali dengan contoh akan lebih mudah bagi kita untuk memahaminya.
> Seorang pedagang, misalnya, agar dagangannya laris dia membuat jimat-
> jimat penglaris. Sama halnya dengan seorang mujahid yang berperang
> membela agama, tetapi dia menggunakan ilmu kekebalan, misalnya. Usaha
> ini adalah usaha yang bercampur dengan kesyirikan.
>
>
> Contoh lain, seorang ahli ibadah ingin mendapatkan pahala yang banyak
> dari Allah, tetapi dia melakukan berbagai bentuk ibadah baru yang tidak
> pernah disyari'atkan oleh Rasulullah saw. Ini merupakan usaha yang
> bercampur dengan kebid'ahan.
>
>
> Contoh berikutnya, seorang pedagang menjual barang dagangannya dengan
> berdusta dan mentupi cela barangnya, maka ini adalah usaha yang
> bercampur dengan kemaksiatan.
>
>
> Akhirnya, kita senantiasa memohon kepada Allah agar melapangkan hati
> kita untuk menerima kebenaran dan mengikutinya. Wallahul Muwaffiq.
>
>
> Sumber : Majalah Nikah Vol.7, No.12, Maret-April 2009, Rubrik: Landasan
> Utama, hal.34-35
>
>
>
> Manusia hidup di dunia ini pasti mendapatkan berbagai kesulitan. Ini
> adalah ketetapan dari Allah SWT. Dia telah berfirman: “Sesungguhnya Kami
> telah menciptakan manusia berada dalam susah payah “ ( QS.Al-Balad:4 )
>
>
> Akan tetapi, kita harus ingat bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha
> Bijaksana, menetapkan segala sesuatu dengan hikmah yang sangat agung.
> Oleh karena itulah, Allah juga membekali manusia dengan berbagai sarana
> dan kemampuan untuk bisa menghadapi kesulitan tersebut.
>
>
> HIDUP ADALAH UJIAN
>
> Ketetapan Allah ini menunjukkan bahwa kehidupan adalah ujian bagi
> manusia. Dengan adanya berbagai kesulitan ini, manusia akan
> terklasifikasi berdasarkan sikap mereka dalam menghadapinya dan akibat
> dari sikap tersebut. DI antara mereka ada yang mendapatkan kecintaan
> Allah, sedangkan yang lain mendapatkan kemurkaan-Nya.
>
>
> Allah SWT berfirman: “ Yang menjadikan kematian dan kehidupan, supaya
> Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia
> Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. ( QS.al-Mulk:2 )
>
>
> SIKAP MANUSIA
>
> Dalam ujian hidup ini, setiap manusia pasti memiliki harapan untuk
> mendapatkan manfaat atau menolah bahaya. Akan tetapi dalam mewujudkan
> harapan ini manusia memiliki sikap dan jalan yang berbeda-beda, sesuai
> dengan keyakinan dan akidah mereka. Disinilah kita harus memperhatikan
> apakah sikap kita berdasarkan akidah yang benar atau yang keliru? Jika
> berdasarkan akidah yang benar, maka benarlah sikap kita dan jalan yang
> kita tempuh. Jika sebaliknya, bersegeralah mencari jalan kebenaran itu.
>
>
> Secara global, manusia terbagi dalam tiga kelompok:
>
>
> Pertama:Orang yang meyakini bahwa manusia tidak memiliki usaha. Dia
> menganggap bahwa manusia hanyalah bagaikan kapas tertiup angin, tidak
> memiliki kehendak dan usaha. Orang ini bermalas-malasan dalam berusaha
> menggapai maslahat ( kebaikan ) dan menolak bahaya. Sikap ini jelas
> bertentangan dengan firman Allah SWT: “ Sesungguhnya Allah tidak
> mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka
> sendiri”. ( QS.ar-Rad:11 )
>
>
> Kedua:Orang yang bersandar penuh kepada usaha dan kemampuan dirinya. Dia
> menyangka bahwa datangnya kebaikan dan tertolaknya bahaya tergantung
> mutlak kepada usaha yang dilakukannya. Orang seperti ini berarti telah
> meniadakan kemampuan Allah dalam menetapkan takdir. Alangkah sombongnya
> orang semacam ini, padahal jika Allah menimpakan bencana kepadanya, dia
> tidak akan bisa mengelak.
>
>
> Ketiga:Orang yang berada dipertengahan antara dua golongan diatas. Dia
> meyakini bahwa manusia memiliki kehendak dan kemampuan untuk berusaha
> mendatangkan manfaat dan menolak bahaya, bersamaan dengan ini dia
> menyadari bahwa usaha yang dilakukannya tetap bergantung kepada kehendak
> Allah. Dengan demikian, dalam melakukan usahanya, dia senantiasa
> bergantung kepada Allah. Jika usaha yang dilakukannya berhasil, dia akan
> memuji Allah. Jika gagal, dia akan berintrospeksi diri dan tidak merasa
> putus asa. Ini sangat sesuai dengan firman Allah SWT:” Sesungguhnya
> ( ayat-ayat ) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki
> ( kebaikan bagi dirinya ) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya.
> Dan kamu tidak mampu ( menempuh jalan itu ), kecuali bila Allah
> menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
> Bijaksana” ( QS.al-Insaan:29-30 )
>
>
> PERHATIKAN USAHAMU!!!
>
> Setelah kita memahami sikap yang benar dalam menghadapi kehidupan, yaitu
> berusaha mendapatkan kebaikan dan menolak bahaya dengan tetap bergantung
> dan menyandarkan hasilnya hanya kepada Allah, maka ada satu hal lain
> yang harus kita pahami dan perhatikan. Hendaknya, usaha yang kita
> lakukan benar-benar sesuai dengan kecintaan dan keridhaan Allah. Dengan
> kata lain, usaha kita tidak bertentangan dengan syariat Allah. Tentunya
> cita-cita tertinggi seorang muslim adalah menggapai kecintaan dan
> keridhaan Allah.
>
>
> Untuk itulah, jangan sampai usaha kita tercampur dengan kesyirikan,
> kebid'ahan ( perkara baru dalam agama ), atau kemaksiatan kepada Allah
> SWT dan Rasul-Nya.
>
>
> Barangkali dengan contoh akan lebih mudah bagi kita untuk memahaminya.
> Seorang pedagang, misalnya, agar dagangannya laris dia membuat jimat-
> jimat penglaris. Sama halnya dengan seorang mujahid yang berperang
> membela agama, tetapi dia menggunakan ilmu kekebalan, misalnya. Usaha
> ini adalah usaha yang bercampur dengan kesyirikan.
>
>
> Contoh lain, seorang ahli ibadah ingin mendapatkan pahala yang banyak
> dari Allah, tetapi dia melakukan berbagai bentuk ibadah baru yang tidak
> pernah disyari'atkan oleh Rasulullah saw. Ini merupakan usaha yang
> bercampur dengan kebid'ahan.
>
>
> Contoh berikutnya, seorang pedagang menjual barang dagangannya dengan
> berdusta dan mentupi cela barangnya, maka ini adalah usaha yang
> bercampur dengan kemaksiatan.
>
>
> Akhirnya, kita senantiasa memohon kepada Allah agar melapangkan hati
> kita untuk menerima kebenaran dan mengikutinya. Wallahul Muwaffiq.
>
>
> Sumber : Majalah Nikah Vol.7, No.12, Maret-April 2009, Rubrik: Landasan
> Utama, hal.34-35
>
Label:
Al-Quran,
Allah,
dakwah islam,
islam,
muhammad saw,
muslim,
sikap
Jumat, 19 Juni 2009
Misteri Ka’bah dan Hajar Aswad
Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, di berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada asalan tersembunyi dibalik penghapusan website.tersebut.Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877)
Asal dan Sejarah Hajar Aswad
Sebuah batu bundar yang berwarna hitam dan berlubang, terletak di sudut timur Kaabah atau sebelah kiri Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Kaabah), tingginya sekitar 150 sentimeter, di atas tanah.
Batu ini mempunyai lingkaran sekitar 30 sentimeter dan garis tengah 10 sentimeter, lebih besar daripada lingkaran muka seseorang. Kerana itu, seseorang yang ingin mencium batu ini harus memasukkan mukanya ke dalam lubang itu. Kepala yang besar pun dapat dimasukkan ke dalam lubang batu hitam ini. Bahagian luar batu hitam ini diikat dengan pita perak yang berkilat.
Menurut banyak riwayat, antara lain daripada Abdullah bin Umar bin Khattab, Hajar Aswad berasal dari syurga. Riwayat oleh Sa’id bin Jubair r.a daripada Ibnu Abbas daripada Ubay bin Ka’b r.a, menerangkan bahawa Hajar Aswad dibawa turun oleh malaikat dari langit ke dunia. Abdullah bin Abbas juga meriwayatkan bahawa Hajar Aswad ialah batu yang berasal dari syurga, tidak ada sesuatu selain batu itu yang diturunkan dari syurga ke dunia ini.
Riwayat-riwayat di atas disebutkan oleh Abu al-Walid Muhammad bin Abdullah bin Ahmad al-Azraki (M.224 H/837 M), seorang ahli sejarah dan penulis pertama sejarah Mekah.Tidak ditemukan informasi yang jelas tentang siapa yang meletakkan Hajar Aswad itu pertama kali di tempatnya di Kaabah; apakah malaikat ataukah Nabi Adam a.s.
Pada mulanya Hajar Aswad tidak berwarna hitam, melainkan berwarna putih bagaikan susu dan berkilat memancarkan sinar yang cemerlang.Abdullah bin Amr bin As r.a (7 SH-65 H) menerangkan bahawa perubahan warna Hajar Aswad daripada putih menjadi hitam disebabkan sentuhan orang-orang musyrik. Hal yang sama diungkapkan pula oleh Zubair bin Qais (M. 76 H/65 M).
Dikatakannya bahawa sesungguhnya Hajar Aswad adalah salah satu batu dunia yang berasal dari syurga yang dahulunya berwarna putih berkilauan, lalu berubah menjadi hitam kerana perbuatan keji dan kotor yang dilakukan oleh orang-orang musyrik.
Namun, kelak batu ini akan berwarna putih kembali seperti sedia kala. Menurut riwayat Ibnu Abbas dan Abdullah bin Amr bin As, dahulu Hajar Aswad tidak hanya berwarna putih tetapi juga memancarkan sinar yang berkilauan. Sekiranya Allah s.w.t tidak memadamkan kilauannya, tidak seorang manusia pun yang sanggup mamandangnya.
Pada tahun 606 M, ketika Nabi Muhammad s.a.w berusia 35 tahun, Kaabah mengalami kebakaran besar sehingga perlu dibina kembali oleh Nabi Muhammad s.a.w dan kabilah-kabilah terdapat di Mekah ketika itu. Ketika pembangunan semula itu selesai, dan Hajar Aswad hendak diletakkan kembali ke tempatnya, terjadilah perselisihan di antara kabilah-kabilah itu tentang siapa yang paling berhak untuk meletakkan batu itu di tempatnya.
Melihat keadaan ini, Abu Umayyah bin Mugirah dari suku Makzum, sebagai orang yang tertua, mengajukan usul bahawa yang berhak untuk meletakkan Hajar Aswad di tempatnya adalah orang yang pertama sekali memasuki pintu Safa keesokan harinya.
Ternyata orang itu adalah Muhammad yang ketika itu belum menjadi rasul. Dengan demikian, dialah yang paling berhak untuk meletakkan Hajar Aswad itu di tempatnya. Akan tetapi dengan keadilan dan kebijaksanaannya, Muhammad tidak langsung mengangkat Hajar Aswad itu. Baginda melepaskan serbannya dan menghamparkannya di tengah-tengah anggota kabilah yang ada.
Hajar Aswad lalu diletakkannya di tengah-tengah serban itu. Baginda kemudian meminta para ketua kabilah untuk memegang seluruh tepi serban dan secara bersama-sama mengangkat serban sampai ke tempat yang dekat dengan tempat diletakkannya Hajar Aswad. Muhammad sendiri memegang batu itu lalu meletakkannya di tempatnya. Tindakan Muhammad ini mendapat penilaian dan penghormatan yang besar dari kalangan ketua kabilah yang berselisih faham ketika itu.
Awalnya, Hajar Aswad tidak dihiasi dengan lingkaran pita perak di sekelilingnya. Lingkaran itu dibuat pada masa-masa berikutnya. Menurut Abu al-Walid Ahmad bin Muhammad al-Azraki (M. 203 H), seorang ahli sejarah kelahiran Mekah, Abdullah bin Zubair adalah orang pertama yang memasang lingkaran pita perak di sekeliling Hajar Aswad, setelah terjadi kebakaran pada Kaabah.
Pemasangan pita perak itu dilakukan agar Hajar Aswad tetap utuh dan tidak mudah pecah. Pemasangan pita perak berikutnya dilakukan pada 189 H, ketika Sultan Harun ar-Rasyid, Khalifah Uthmaniah (memerintah tahun 786-809 M), melakukan umrah di Masjidil Haram. Ia memerintahkan Ibnu at-Tahnan, seorang pengukir perak terkenal ketika itu, untuk menyempurnakan lingkaran pita perak di sekeliling Hajar Aswad dan membuatnya lebih berkilat dan berkilau.
Usaha berikutnya dilakukan oleh Sultan Abdul Majid, Khalifah Uthmaniah (1225-1277 H/1839-1861 M). Pada tahun 1268 H, baginda menghadiahkan sebuah lingkaran emas untuk dililitkan pada Hajar Aswad, sebagai pengganti lingkaran pita perak yang telah hilang. Lingkaran emas itu kemudian diganti semula dengan lingkaran perak oleh Sultan Abdul Aziz, Khalifah Uthmaniah (1861-1876 M).
Pada 1331 H, atas perintah Sultan Muhammad Rasyad (Muhammad V, memerintah pada tahun 1909-1918), lingkaran pita perak itu diganti dengan lingkaran pita perak yang baru. Untuk menjaga dan mengekalkan keutuhannya, Hajar Aswad sering dililit dan dilingkari dengan lingkaran pita perak.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877)
Asal dan Sejarah Hajar Aswad
Sebuah batu bundar yang berwarna hitam dan berlubang, terletak di sudut timur Kaabah atau sebelah kiri Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Kaabah), tingginya sekitar 150 sentimeter, di atas tanah.
Batu ini mempunyai lingkaran sekitar 30 sentimeter dan garis tengah 10 sentimeter, lebih besar daripada lingkaran muka seseorang. Kerana itu, seseorang yang ingin mencium batu ini harus memasukkan mukanya ke dalam lubang itu. Kepala yang besar pun dapat dimasukkan ke dalam lubang batu hitam ini. Bahagian luar batu hitam ini diikat dengan pita perak yang berkilat.
Menurut banyak riwayat, antara lain daripada Abdullah bin Umar bin Khattab, Hajar Aswad berasal dari syurga. Riwayat oleh Sa’id bin Jubair r.a daripada Ibnu Abbas daripada Ubay bin Ka’b r.a, menerangkan bahawa Hajar Aswad dibawa turun oleh malaikat dari langit ke dunia. Abdullah bin Abbas juga meriwayatkan bahawa Hajar Aswad ialah batu yang berasal dari syurga, tidak ada sesuatu selain batu itu yang diturunkan dari syurga ke dunia ini.
Riwayat-riwayat di atas disebutkan oleh Abu al-Walid Muhammad bin Abdullah bin Ahmad al-Azraki (M.224 H/837 M), seorang ahli sejarah dan penulis pertama sejarah Mekah.Tidak ditemukan informasi yang jelas tentang siapa yang meletakkan Hajar Aswad itu pertama kali di tempatnya di Kaabah; apakah malaikat ataukah Nabi Adam a.s.
Pada mulanya Hajar Aswad tidak berwarna hitam, melainkan berwarna putih bagaikan susu dan berkilat memancarkan sinar yang cemerlang.Abdullah bin Amr bin As r.a (7 SH-65 H) menerangkan bahawa perubahan warna Hajar Aswad daripada putih menjadi hitam disebabkan sentuhan orang-orang musyrik. Hal yang sama diungkapkan pula oleh Zubair bin Qais (M. 76 H/65 M).
Dikatakannya bahawa sesungguhnya Hajar Aswad adalah salah satu batu dunia yang berasal dari syurga yang dahulunya berwarna putih berkilauan, lalu berubah menjadi hitam kerana perbuatan keji dan kotor yang dilakukan oleh orang-orang musyrik.
Namun, kelak batu ini akan berwarna putih kembali seperti sedia kala. Menurut riwayat Ibnu Abbas dan Abdullah bin Amr bin As, dahulu Hajar Aswad tidak hanya berwarna putih tetapi juga memancarkan sinar yang berkilauan. Sekiranya Allah s.w.t tidak memadamkan kilauannya, tidak seorang manusia pun yang sanggup mamandangnya.
Pada tahun 606 M, ketika Nabi Muhammad s.a.w berusia 35 tahun, Kaabah mengalami kebakaran besar sehingga perlu dibina kembali oleh Nabi Muhammad s.a.w dan kabilah-kabilah terdapat di Mekah ketika itu. Ketika pembangunan semula itu selesai, dan Hajar Aswad hendak diletakkan kembali ke tempatnya, terjadilah perselisihan di antara kabilah-kabilah itu tentang siapa yang paling berhak untuk meletakkan batu itu di tempatnya.
Melihat keadaan ini, Abu Umayyah bin Mugirah dari suku Makzum, sebagai orang yang tertua, mengajukan usul bahawa yang berhak untuk meletakkan Hajar Aswad di tempatnya adalah orang yang pertama sekali memasuki pintu Safa keesokan harinya.
Ternyata orang itu adalah Muhammad yang ketika itu belum menjadi rasul. Dengan demikian, dialah yang paling berhak untuk meletakkan Hajar Aswad itu di tempatnya. Akan tetapi dengan keadilan dan kebijaksanaannya, Muhammad tidak langsung mengangkat Hajar Aswad itu. Baginda melepaskan serbannya dan menghamparkannya di tengah-tengah anggota kabilah yang ada.
Hajar Aswad lalu diletakkannya di tengah-tengah serban itu. Baginda kemudian meminta para ketua kabilah untuk memegang seluruh tepi serban dan secara bersama-sama mengangkat serban sampai ke tempat yang dekat dengan tempat diletakkannya Hajar Aswad. Muhammad sendiri memegang batu itu lalu meletakkannya di tempatnya. Tindakan Muhammad ini mendapat penilaian dan penghormatan yang besar dari kalangan ketua kabilah yang berselisih faham ketika itu.
Awalnya, Hajar Aswad tidak dihiasi dengan lingkaran pita perak di sekelilingnya. Lingkaran itu dibuat pada masa-masa berikutnya. Menurut Abu al-Walid Ahmad bin Muhammad al-Azraki (M. 203 H), seorang ahli sejarah kelahiran Mekah, Abdullah bin Zubair adalah orang pertama yang memasang lingkaran pita perak di sekeliling Hajar Aswad, setelah terjadi kebakaran pada Kaabah.
Pemasangan pita perak itu dilakukan agar Hajar Aswad tetap utuh dan tidak mudah pecah. Pemasangan pita perak berikutnya dilakukan pada 189 H, ketika Sultan Harun ar-Rasyid, Khalifah Uthmaniah (memerintah tahun 786-809 M), melakukan umrah di Masjidil Haram. Ia memerintahkan Ibnu at-Tahnan, seorang pengukir perak terkenal ketika itu, untuk menyempurnakan lingkaran pita perak di sekeliling Hajar Aswad dan membuatnya lebih berkilat dan berkilau.
Usaha berikutnya dilakukan oleh Sultan Abdul Majid, Khalifah Uthmaniah (1225-1277 H/1839-1861 M). Pada tahun 1268 H, baginda menghadiahkan sebuah lingkaran emas untuk dililitkan pada Hajar Aswad, sebagai pengganti lingkaran pita perak yang telah hilang. Lingkaran emas itu kemudian diganti semula dengan lingkaran perak oleh Sultan Abdul Aziz, Khalifah Uthmaniah (1861-1876 M).
Pada 1331 H, atas perintah Sultan Muhammad Rasyad (Muhammad V, memerintah pada tahun 1909-1918), lingkaran pita perak itu diganti dengan lingkaran pita perak yang baru. Untuk menjaga dan mengekalkan keutuhannya, Hajar Aswad sering dililit dan dilingkari dengan lingkaran pita perak.
Label:
Al-Quran,
Allah,
arab,
hajar aswad,
kebesaran Allah,
kisah nyata,
mekah,
misteri,
muhammad saw,
Nabi
Jumat, 24 April 2009
SIAPAKAH MARIO TEGUH ITU...?
Buat yang nge-fans Mario Teguh,,,,semoga bermanfaat.
Petikan Wawancara Mario Teguh dengan SUFINEWS, untuk menjawab siapa sebetulnya beliau..
Pak Mario, saat memberikan terapi atau memotivasi, di antaraIlmu Kejiwaan Barat dan Ilmu Kejiwaan dalam agama, mana yang andagunakan?
Kalau Anda perhatikan penjelasan saya diatas, sebenarnya"peta" yang ada dalam Kecerdasan Emosional yang saya tawarkanmerupakan gugusan pilar dari kebenaran, keindahan dan kebaikan. Halini didasari oleh fitrah kehidupan bahwa manusia dalam hidup itu taklepas dari menginginkan kebaikan, menyukai keindahan dan mencarikebenaran. Tapi dalam realitas kehidupan, tiga hal ini lebih seringdirasakan oleh manusia sebagai tiga hal yang berdiri sendiri-sendiri.Misalnya kebenaran yang dicari ternyata malah membawa kepedihan,keindahan yang disukainya ternyata tidak membawa kebaikan, ataukebaikan yang diusahakan malah bertentangan dengan kebenaran. Padasaat yang demikian manusia tidak dapat menikmati keadaan itu secarasempurna lalu mengidap split personality atau kepribadian yangterpecah belah. Nah kira-kira melalui apa manusia dapat menemukan danmerasakan kebenaran, keindahan dan kebaikan sejati (haqiqi; red)?Dalam beragama bukan?!
Wah penjelasan Anda nyufi banget loh ?!
Ha…ha…ha…terimakasih, Mas. Tapi terus terang. Dalammenjalankan tugas (baik sebagai pembicara publik maupun motivator)saya menghindari komponen-komponen komunikasi yang terlalumengindikasikan agama Islam secara formal atau verbal.
Kenapa ?
Buat saya, ketika kita betul-betul dengan sadar sesadarnyamengatakan "ya !" terhadap keberadaan dan keesaan Allah (laa ilaahaillallaah; red) kita tak perlu repot-repot lagi memikirkan lebel-lebelformal ketuhanan. Pokoknya terus berlaku jujur, menjaga kerahasiaanklien, menganjurkan yang baik, menghindarkan perilaku, sikap danpikiran buruk, saya rasa ini semua pilihan orang-orang beriman. Itualasan pertama.
Alasan kedua, Islam itu agama rahmat untuk semesta alam loch.Berislam itu mbok yang keren abis gitu loch ! Maksudnya jadi orangIslam mbok yang betul-betul memayungi (pemeluk) agama-agama lain.Agama kita itu sebagai agama terakhir dan penyempurna bagi agama-agamasebelumnya. Agama kita puncak kesempurnaan agama loch. Dan karenanyakita harus tampil sebagai pembawa berita bagi semua. Kita tidak perlumengunggul-unggulka n agama kita yang memang sudah unggul dihadapansaudara-saudara kita yang tidak seagama dengan kita. Bagaimana Islambisa dinilai baik kalau kita selaku muslim lalu merendahkan agama (danpemeluk) agama lain.
Apakah dalam pandangan Anda semua agama itu sama ?
Ha…ha…ha…ya jelas tidak sama toch, Mas. Tapi oleh Tuhanmanusia diberi kebebasan memilih diantara ketidak samaan itu. Sayatidak akan mengatakan bahwa perbedaan itu rahmat, tapi saya akanmenunjukkan Windows Operating System yang dikeluarkan Microsof. Masihada toch Mas orang yang masih menggunakan Windows 95? Masih ada jugakan orang yang menggunakan Windows 98 atau Windows 2000? Dan Andasendiri sekarang menggunakan Windows XP kan?. Begitu juga denganagama-agama Tuhan, Mas. Ada versi-versi yang sesuai untuk zamannya,untuk kelengkapan fikiran di zaman itu dan disana ada jenis kemampuanmasing-masing orang dalam menyikapinya. Masak Anda mau memaksa oranglain untuk memakai XP pada orang yang kemampuannya cuma sebatasmemiliki Windows 95? Tidak toch!? Alangkah indahnya kalau semua orangIslam ketika bicara dapat diterima semua pemeluk agama lain. Contohnya seperti apa pembicaraan yang dapat diterima semuapemeluk agama ? "Anda adalah direktur utama dari perusahaan jasa milik Andasendiri. Anda adalah CEO dari kehidupan Anda sendiri. Anda sebenarnya,sepenuhnya bertanggungjawab atas bisnis kehidupan Anda dan apapun yangakan terjadi pada diri Anda sendiri. Anda bertanggungjawab atassemuanya antara lain, produksi, pemasaran, keuangan, RND dan lainsebagainya diperusahaan kehidupan Anda. Demikian pula Anda sendirilahyang menentukan berapa besar gaji Anda, berapa income Anda. Bila Andatidak puas dengan penghasilan yang Anda terima, Anda bisa melihatdidekat cermin Anda dan menegosiasikan pada bos Anda, yakni Andasendiri yang ada didalam cermin," begitu kira-kira. Nah, menurut sayaetos demikian tak dapat dibantah oleh semua ajaran agama-agama yangada didunia.
Apa yang anda contohkan bukan malah menujukkan bahwa manusiaadalah segala-segalanya. Terkesan, seolah-olah Tuhan tak memilikiperan apa-apa disana ?
Di atas saya mengatakan bahwa alasan kita tersenyum di pagihari kepada isteri dan anak-anak, menyambut mereka dengan santun,berusaha datang tepat waktu untuk memenuhi janji, itu semua bukansemata-mata karena didasari atas kesantunan kita sebagai manusia,melainkan kita ingin mengabdi kepada-Nya.. Begitu juga dengan contohbarusan, itu sebenarnya merupakan cermin atas pesan agama yang memintatotalitas kita dalam menjalankan sebuah amanah.. Apalagi jika kitabicara tentang "cermin", akan sangat panjang pembicaraan kita. Dansetiap spirit tidak selalu harus ada embel-embel nama surat atau ayatdari kitab suci tertentu. Bukankah seorang jenderal paling ateis punketika melepaskan pasukannya ke medan perang tak dapat menghindarkandiri dari ucapan, "Semoga kalian sukses!". Kalimat "Semoga" disitumenyimpan harapan campur tangan kekuatan dari Yang Maha Kuat. BiarlahTuhan menjadi sesuatu yang tersembunyi dikedalaman relung hati kitayang paling dalam.
Apa arti sukses menurut anda ?
Perjalanan 50 tahun hidup yang sudah saya jalani menyimpulkanbahwa sukses itu tidak selalu berarti mendapat piala atau pujian,meski tak ada salahnya jika kita mendapatkan keduanya. Hanya saja itusemua bukan kriteria dari sukses itu sendiri. Karenanya tak jarangorang kemudian sulit menemukan kesuksesan-kesukses an yang pernahdiraihnya.
Secara sederhana sukses adalah bagaimana kita keluar daricomfort zone kita dan mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya.Dengan definisi ini Anda akan melihat begitu banyak kesuksesan yangbisa Anda lihat pada diri Anda. Kalau kemarin Anda baru bisa membantusatu orang, hari ini Anda bisa membantu dua dan besok Anda bisamembantu lebih banyak lagi, maka anda sukses. Dengan perasaan yangpositif mengenai kesuksesan yang pernah Anda raih, maka Anda akanmerasa semakin sukses dan semakin percaya diri dengan cita-cita, visidan misi hidup Anda. Saya sangat tidak setuju dengan ungkapan, "Biarlah kitasekarang susah, asal nanti kita sukses". Ini jelas enggak pernah bakalsukses. Saya bertanya, dimana anak tangganya? Bukankah untuk meraihkesuksesan besar harus diawali dengan kesuksesan kecil dan sedang?.Ada pepatah yang mengatakan, "Sukses akan melahirkan sukses yanglain." Nah dari pepatah ini dapat diambil pelajaran, apabila kitasemakin mudah untuk melihat kesuksesan kita dari hal-hal yang kecil,maka mudah bagi kita untuk mengumpulkan, mengakumulasikan danmelangkah mencapai sukses yang lebih besar. Percaya dech, dengansukses kecil-kecil itu, cepat atau lambat sukses yang lebih besar akanmenjemput Anda.
Penjelasan Anda mengingatkan saya akan nasehat Sufi Besar,Imam Ibnu 'Atha'illah, yang mengatakan, "Tanamkanlah ujudmu dalam bumiyang sunyi sepi, karena sesuatu yang tumbuh dari benda yang belumditanam, tidak sempurna hasilnya." Pertanyaannya, bagaimana memupukrasa rendah hati dalam diri kita ?
O, ya ? Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memupukkerendahan hati diantaranya adalah dengan menyadari kembali bahwaseluruh yang kita punyai adalah anugerah-Nya, berkah-Nya ataurahmat-Nya. Karenanya katakan pada diri sendiri, "Aku masih inginbelajar", "Aku masih ingin mendapatkan input dari sekelilingku" , "Akumasih ingin mendapatkan pengetahuan- pengetahuan dari mana saja agardapat lebih baik".
"Aku masih ingin belajar", "Aku masih ingin mendapatkan inputdari sekelilingku" , "Aku masih ingin mendapatkan pengetahuan-pengetahuan dari mana saja agar dapat lebih baik". Jika ditilik darikehidupan kita, umat Islam, nampaknya metode memupuk kerendahan hatiyang Anda sampaikan masih menjadi problem besar tersendiri ya ?
Persis seperti yang saya perhatikan selama ini.Saudara-saudara kita sesama muslim masih terlalu asyik dengan dunianyasendiri dan bergaul hanya pada lingkungannya sendiri. Malah yang lebihmemprihatikan, dengan sesama muslim kalau ngundang pembicara dia tanyadulu, "Orang itu madzhabnya apa ?." Dia tidak akan menerima orang yangtidak satu madzhab, satu aliran, dengannya. Padahal dinegara-negaramaju sudah menjadi pemandangan yang biasa orang-orang Yahudimengundang pembicara Islam, Hindu atau Kristiani, atau sebaliknya.
Mereka sudah mantap dengan iman mereka sehingga mereka tidakkhawatir dengan pembicara yang datang dari luar komunitas mereka.Mereka sangat yakin, bahwa dengan cara demikian (menghadirkanpembicara "orang luar"), mereka dapat memperkaya wacana dan kehangatanbatin.. Kita, atau persisnya sebagian umat Islam, lupa bahwa salahsatu cara mensyukuri perbedaan ditunjukkan bukan pada lisan akantetapi dengan mendengarkan pendapat orang lain yang beda keyakinanagamanya.
Anda punya pengalaman keberislaman Anda yang inclusive itu?
Iya. Pernah beberapa peserta saya mengklaim materi yang barusaja selesai saya sampaikan menurut sudut pandang keyakinan agamamereka. Seorang peserta yang beragama Kristiani mengatakan bahwamateri saya ada juga di ajarkan dalam Injil. Peserta lain yangberagama Islam mengaku bahwa materi yang saya sampaikan ada diAl-Quran surat al-Maidah. Peserta yang Budha menganggap bahwa materisaya itu penerapan dari Dharma-dharma Budha. Saya hanya mengembalikansemua apresiasi itu kepada-Nya.
Pengalaman lain ?
Masih banyak orang yang salah faham terhadap Islam. Ada satupengalaman yang mengherankan sekaligus membuat saya prihatin. Dalamsatu seminar di acara coffee break isteri saya didatangi salah seorangpeserta penganut agama Kristen yang taat. Masih kepada isteri saya,orang itu memberi komentar bahwa saya menerapkan ajaran Injil denganbaik. Lalu dengan lembut, penuh kehati-hatian, isteri saya memberitahubahwa saya seorang muslim. Sontak orang itu terperanjat saatmengetahui bahwa saya seorang muslim. Yang membuat isteri saya (dankemudian juga saya) prihatin adalah ucapannya, "Loch, koq ada ya orangIslam yang baik macam Pak Mario !?" Saya pun terkekeh mendengarnya.Nah ini kritik dan sekaligus menjadi tugas kita semua untukmemperbaiki citra Islam.
Ebook Gratis dan Software Gratis
Petikan Wawancara Mario Teguh dengan SUFINEWS, untuk menjawab siapa sebetulnya beliau..
Pak Mario, saat memberikan terapi atau memotivasi, di antaraIlmu Kejiwaan Barat dan Ilmu Kejiwaan dalam agama, mana yang andagunakan?
Kalau Anda perhatikan penjelasan saya diatas, sebenarnya"peta" yang ada dalam Kecerdasan Emosional yang saya tawarkanmerupakan gugusan pilar dari kebenaran, keindahan dan kebaikan. Halini didasari oleh fitrah kehidupan bahwa manusia dalam hidup itu taklepas dari menginginkan kebaikan, menyukai keindahan dan mencarikebenaran. Tapi dalam realitas kehidupan, tiga hal ini lebih seringdirasakan oleh manusia sebagai tiga hal yang berdiri sendiri-sendiri.Misalnya kebenaran yang dicari ternyata malah membawa kepedihan,keindahan yang disukainya ternyata tidak membawa kebaikan, ataukebaikan yang diusahakan malah bertentangan dengan kebenaran. Padasaat yang demikian manusia tidak dapat menikmati keadaan itu secarasempurna lalu mengidap split personality atau kepribadian yangterpecah belah. Nah kira-kira melalui apa manusia dapat menemukan danmerasakan kebenaran, keindahan dan kebaikan sejati (haqiqi; red)?Dalam beragama bukan?!
Wah penjelasan Anda nyufi banget loh ?!
Ha…ha…ha…terimakasih, Mas. Tapi terus terang. Dalammenjalankan tugas (baik sebagai pembicara publik maupun motivator)saya menghindari komponen-komponen komunikasi yang terlalumengindikasikan agama Islam secara formal atau verbal.
Kenapa ?
Buat saya, ketika kita betul-betul dengan sadar sesadarnyamengatakan "ya !" terhadap keberadaan dan keesaan Allah (laa ilaahaillallaah; red) kita tak perlu repot-repot lagi memikirkan lebel-lebelformal ketuhanan. Pokoknya terus berlaku jujur, menjaga kerahasiaanklien, menganjurkan yang baik, menghindarkan perilaku, sikap danpikiran buruk, saya rasa ini semua pilihan orang-orang beriman. Itualasan pertama.
Alasan kedua, Islam itu agama rahmat untuk semesta alam loch.Berislam itu mbok yang keren abis gitu loch ! Maksudnya jadi orangIslam mbok yang betul-betul memayungi (pemeluk) agama-agama lain.Agama kita itu sebagai agama terakhir dan penyempurna bagi agama-agamasebelumnya. Agama kita puncak kesempurnaan agama loch. Dan karenanyakita harus tampil sebagai pembawa berita bagi semua. Kita tidak perlumengunggul-unggulka n agama kita yang memang sudah unggul dihadapansaudara-saudara kita yang tidak seagama dengan kita. Bagaimana Islambisa dinilai baik kalau kita selaku muslim lalu merendahkan agama (danpemeluk) agama lain.
Apakah dalam pandangan Anda semua agama itu sama ?
Ha…ha…ha…ya jelas tidak sama toch, Mas. Tapi oleh Tuhanmanusia diberi kebebasan memilih diantara ketidak samaan itu. Sayatidak akan mengatakan bahwa perbedaan itu rahmat, tapi saya akanmenunjukkan Windows Operating System yang dikeluarkan Microsof. Masihada toch Mas orang yang masih menggunakan Windows 95? Masih ada jugakan orang yang menggunakan Windows 98 atau Windows 2000? Dan Andasendiri sekarang menggunakan Windows XP kan?. Begitu juga denganagama-agama Tuhan, Mas. Ada versi-versi yang sesuai untuk zamannya,untuk kelengkapan fikiran di zaman itu dan disana ada jenis kemampuanmasing-masing orang dalam menyikapinya. Masak Anda mau memaksa oranglain untuk memakai XP pada orang yang kemampuannya cuma sebatasmemiliki Windows 95? Tidak toch!? Alangkah indahnya kalau semua orangIslam ketika bicara dapat diterima semua pemeluk agama lain. Contohnya seperti apa pembicaraan yang dapat diterima semuapemeluk agama ? "Anda adalah direktur utama dari perusahaan jasa milik Andasendiri. Anda adalah CEO dari kehidupan Anda sendiri. Anda sebenarnya,sepenuhnya bertanggungjawab atas bisnis kehidupan Anda dan apapun yangakan terjadi pada diri Anda sendiri. Anda bertanggungjawab atassemuanya antara lain, produksi, pemasaran, keuangan, RND dan lainsebagainya diperusahaan kehidupan Anda. Demikian pula Anda sendirilahyang menentukan berapa besar gaji Anda, berapa income Anda. Bila Andatidak puas dengan penghasilan yang Anda terima, Anda bisa melihatdidekat cermin Anda dan menegosiasikan pada bos Anda, yakni Andasendiri yang ada didalam cermin," begitu kira-kira. Nah, menurut sayaetos demikian tak dapat dibantah oleh semua ajaran agama-agama yangada didunia.
Apa yang anda contohkan bukan malah menujukkan bahwa manusiaadalah segala-segalanya. Terkesan, seolah-olah Tuhan tak memilikiperan apa-apa disana ?
Di atas saya mengatakan bahwa alasan kita tersenyum di pagihari kepada isteri dan anak-anak, menyambut mereka dengan santun,berusaha datang tepat waktu untuk memenuhi janji, itu semua bukansemata-mata karena didasari atas kesantunan kita sebagai manusia,melainkan kita ingin mengabdi kepada-Nya.. Begitu juga dengan contohbarusan, itu sebenarnya merupakan cermin atas pesan agama yang memintatotalitas kita dalam menjalankan sebuah amanah.. Apalagi jika kitabicara tentang "cermin", akan sangat panjang pembicaraan kita. Dansetiap spirit tidak selalu harus ada embel-embel nama surat atau ayatdari kitab suci tertentu. Bukankah seorang jenderal paling ateis punketika melepaskan pasukannya ke medan perang tak dapat menghindarkandiri dari ucapan, "Semoga kalian sukses!". Kalimat "Semoga" disitumenyimpan harapan campur tangan kekuatan dari Yang Maha Kuat. BiarlahTuhan menjadi sesuatu yang tersembunyi dikedalaman relung hati kitayang paling dalam.
Apa arti sukses menurut anda ?
Perjalanan 50 tahun hidup yang sudah saya jalani menyimpulkanbahwa sukses itu tidak selalu berarti mendapat piala atau pujian,meski tak ada salahnya jika kita mendapatkan keduanya. Hanya saja itusemua bukan kriteria dari sukses itu sendiri. Karenanya tak jarangorang kemudian sulit menemukan kesuksesan-kesukses an yang pernahdiraihnya.
Secara sederhana sukses adalah bagaimana kita keluar daricomfort zone kita dan mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya.Dengan definisi ini Anda akan melihat begitu banyak kesuksesan yangbisa Anda lihat pada diri Anda. Kalau kemarin Anda baru bisa membantusatu orang, hari ini Anda bisa membantu dua dan besok Anda bisamembantu lebih banyak lagi, maka anda sukses. Dengan perasaan yangpositif mengenai kesuksesan yang pernah Anda raih, maka Anda akanmerasa semakin sukses dan semakin percaya diri dengan cita-cita, visidan misi hidup Anda. Saya sangat tidak setuju dengan ungkapan, "Biarlah kitasekarang susah, asal nanti kita sukses". Ini jelas enggak pernah bakalsukses. Saya bertanya, dimana anak tangganya? Bukankah untuk meraihkesuksesan besar harus diawali dengan kesuksesan kecil dan sedang?.Ada pepatah yang mengatakan, "Sukses akan melahirkan sukses yanglain." Nah dari pepatah ini dapat diambil pelajaran, apabila kitasemakin mudah untuk melihat kesuksesan kita dari hal-hal yang kecil,maka mudah bagi kita untuk mengumpulkan, mengakumulasikan danmelangkah mencapai sukses yang lebih besar. Percaya dech, dengansukses kecil-kecil itu, cepat atau lambat sukses yang lebih besar akanmenjemput Anda.
Penjelasan Anda mengingatkan saya akan nasehat Sufi Besar,Imam Ibnu 'Atha'illah, yang mengatakan, "Tanamkanlah ujudmu dalam bumiyang sunyi sepi, karena sesuatu yang tumbuh dari benda yang belumditanam, tidak sempurna hasilnya." Pertanyaannya, bagaimana memupukrasa rendah hati dalam diri kita ?
O, ya ? Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memupukkerendahan hati diantaranya adalah dengan menyadari kembali bahwaseluruh yang kita punyai adalah anugerah-Nya, berkah-Nya ataurahmat-Nya. Karenanya katakan pada diri sendiri, "Aku masih inginbelajar", "Aku masih ingin mendapatkan input dari sekelilingku" , "Akumasih ingin mendapatkan pengetahuan- pengetahuan dari mana saja agardapat lebih baik".
"Aku masih ingin belajar", "Aku masih ingin mendapatkan inputdari sekelilingku" , "Aku masih ingin mendapatkan pengetahuan-pengetahuan dari mana saja agar dapat lebih baik". Jika ditilik darikehidupan kita, umat Islam, nampaknya metode memupuk kerendahan hatiyang Anda sampaikan masih menjadi problem besar tersendiri ya ?
Persis seperti yang saya perhatikan selama ini.Saudara-saudara kita sesama muslim masih terlalu asyik dengan dunianyasendiri dan bergaul hanya pada lingkungannya sendiri. Malah yang lebihmemprihatikan, dengan sesama muslim kalau ngundang pembicara dia tanyadulu, "Orang itu madzhabnya apa ?." Dia tidak akan menerima orang yangtidak satu madzhab, satu aliran, dengannya. Padahal dinegara-negaramaju sudah menjadi pemandangan yang biasa orang-orang Yahudimengundang pembicara Islam, Hindu atau Kristiani, atau sebaliknya.
Mereka sudah mantap dengan iman mereka sehingga mereka tidakkhawatir dengan pembicara yang datang dari luar komunitas mereka.Mereka sangat yakin, bahwa dengan cara demikian (menghadirkanpembicara "orang luar"), mereka dapat memperkaya wacana dan kehangatanbatin.. Kita, atau persisnya sebagian umat Islam, lupa bahwa salahsatu cara mensyukuri perbedaan ditunjukkan bukan pada lisan akantetapi dengan mendengarkan pendapat orang lain yang beda keyakinanagamanya.
Anda punya pengalaman keberislaman Anda yang inclusive itu?
Iya. Pernah beberapa peserta saya mengklaim materi yang barusaja selesai saya sampaikan menurut sudut pandang keyakinan agamamereka. Seorang peserta yang beragama Kristiani mengatakan bahwamateri saya ada juga di ajarkan dalam Injil. Peserta lain yangberagama Islam mengaku bahwa materi yang saya sampaikan ada diAl-Quran surat al-Maidah. Peserta yang Budha menganggap bahwa materisaya itu penerapan dari Dharma-dharma Budha. Saya hanya mengembalikansemua apresiasi itu kepada-Nya.
Pengalaman lain ?
Masih banyak orang yang salah faham terhadap Islam. Ada satupengalaman yang mengherankan sekaligus membuat saya prihatin. Dalamsatu seminar di acara coffee break isteri saya didatangi salah seorangpeserta penganut agama Kristen yang taat. Masih kepada isteri saya,orang itu memberi komentar bahwa saya menerapkan ajaran Injil denganbaik. Lalu dengan lembut, penuh kehati-hatian, isteri saya memberitahubahwa saya seorang muslim. Sontak orang itu terperanjat saatmengetahui bahwa saya seorang muslim. Yang membuat isteri saya (dankemudian juga saya) prihatin adalah ucapannya, "Loch, koq ada ya orangIslam yang baik macam Pak Mario !?" Saya pun terkekeh mendengarnya.Nah ini kritik dan sekaligus menjadi tugas kita semua untukmemperbaiki citra Islam.
Ebook Gratis dan Software Gratis
Label:
Al-Quran,
dakwah islam,
download gratis,
ebook gratis,
free ebook,
free software,
islam,
mario teguh,
muslim
Minggu, 22 Maret 2009
Bertaubatlah Yahudi ! Ini Janji ALLAH !

Download Bermacam-macam Ebook
dan Software Gratis disini
dan Software Gratis disini
Janji Pertama:
"Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab
itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua
kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang
besar".
"Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama
dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami
yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di
kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana." (QS 17:
4-5)
Janji Pertama Allah sudah terlaksana dan si Penghukum
Sadis ini sudah menyiksa kaum Yahudi, bahkan bukan hanya di kampung
halaman mereka sendiri, tapi hingga ke seluruh pelosok dunia. Mau
lihat siapa orangnya?
Spoiler for Penghukum Sadis:
Adolf Hitler
Janji Kedua:
"Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan
mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak
dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar." (QS. 17: 6)
Janji inipun sudah terlaksana. Karena tak berapa lama
setelah si Penghukum Sadis ini berhasil mereka kalahkan, bangsa Israel
pun akhirnya diizinkan oleh Tuhan untuk menang dan bangkit. Dan
setelah hampir dua setengah milenium bangsa Israel tidak memiliki
negara dan hidup luntang-lantung, kini bangsa Israel sudah memiliki
negara, kekuatan, harta, dan pendukung dari kalangan Jewish-Christian
dan Jewish-Moslem.
Spoiler for Berdiri:
Setelah kehancuran Nazi, David Ben Gurion memproklamirkan
berdirinya negara Israel pada 14 Mei 1948
Di samping itu, saat ini kaum Zionis (baik keturunan
biologis Israel maupun bukan) telah menguasai hampir seluruh aspek
kehidupan manusia di seluruh dunia, dari penguasaan mereka terhadap
media, perbankan dan keuangan, militer, perdagangan, teknologi dan
lain sebagainya.
Saat Ini Adalah Kesempatan Terakhir Israel Untuk Bertaubat:
"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi
dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi
dirimu sendiri" (QS. 17:7)
Saat ini adalah momen dan kesempatan yang Allah berikan
kepada bangsa Israel untuk bertaubat dan kembali ke Jalan Tuhan.
Pilihan itu sudah Allah Swt berikan. Seandainya dengan kekuatan dan
kekuasaan yang Allah berikan saat ini kepada mereka itu digunakan
untuk berbuat kebaikan kepada sesama manusia, maka mereka sendirilah
yang akan menikmati hasil kebaikannya. Namun jika karunia itu mereka
salahgunakan dengan–sekali lagi–membuat kerusakan di muka bumi, maka
Janji Allah yang kedua pasti akan terlaksana. D salam Al-Qur'an Allah
sudah mengisyaratkan bahwa bangsa ini tidak akan berbuat kebaikan, dan
bahkan sebaliknya mereka akan semakin menyombongkan diri dan membuat
kerusakan di muka bumi sehingga pada akhirnya akan terlaksanalah janji
Allah Swt yang kedua.
Akan Terlaksananya Janji Allah Yang Kedua Sebentar Lagi:
"Apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua,
(Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan
mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya
pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja
yang mereka kuasai." (QS. 17:7)
Apabila sudah matang/genapnya kejahatan Israel yang kedua
dengan membuat berbagai kerusakan di muka bumi ini, maka Allah Swt
berjanji akan membangkit suatu bangsa yang pada masa lalu, juga pernah
mengalahkan dan memperbudak bangsa Israel, yaitu bangsa Persia. Jadi
jangan heran kalau saat ini Israel sudah kebakaran jenggot dengan
kemajuan bangsa Iran!
Iran Adalah Satu-satunya Negara Islam Yang Bikin Nyali
Israel Kecut!
Spoiler for Iran:
Rahbar sedang Menginspeksi Batalyon Teladan Asyura dan Az-Zahra
"Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang
dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti
suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS. 61:4)
"Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang."
(QS. 37:173)
Batalyon Zahra
Melihat dari nubuat-nubuat yang ada, sangat mungkin
beberapa tahun lagi (barangkali sekitar 3 tahun lagi–atau sekitar
tahun 2012 atau mungkin juga lebih cepat. Wallahu'alam) akan terjadi
perang terbuka antara Iran dan Israel bersama sekutunya. Dan selama
masa-masa ini, berbagai fitnah akan terjadi di berbagai pelosok dunia,
karena masa penderitaan bagi umat Muslim sedang berjalan. Marilah kita
seluruh umat Islam, perbanyaklah solat, berzikir, berdoa, bertawasul,
dan pegang erat-eratlah Al-Qur'an kalau tidak mau binasa.
darsono
EBOOK GRATIS SOFTWARE GRATIS FREE EBOOK FREE SOFTWARE
CARA MEMBUAT WEBSITE DENGAN FRONTPAGE BISNIS ONLINE
BISNIS INTERNET
Langganan:
Postingan (Atom)


