oleh : Abu Ubaidillah
>
>
> Manusia hidup di dunia ini pasti mendapatkan berbagai kesulitan. Ini
> adalah ketetapan dari Allah SWT. Dia telah berfirman: “Sesungguhnya Kami
> telah menciptakan manusia berada dalam susah payah “ ( QS.Al-Balad:4 )
>
>
> Akan tetapi, kita harus ingat bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha
> Bijaksana, menetapkan segala sesuatu dengan hikmah yang sangat agung.
> Oleh karena itulah, Allah juga membekali manusia dengan berbagai sarana
> dan kemampuan untuk bisa menghadapi kesulitan tersebut.
>
>
> HIDUP ADALAH UJIAN
>
> Ketetapan Allah ini menunjukkan bahwa kehidupan adalah ujian bagi
> manusia. Dengan adanya berbagai kesulitan ini, manusia akan
> terklasifikasi berdasarkan sikap mereka dalam menghadapinya dan akibat
> dari sikap tersebut. DI antara mereka ada yang mendapatkan kecintaan
> Allah, sedangkan yang lain mendapatkan kemurkaan-Nya.
>
>
> Allah SWT berfirman: “ Yang menjadikan kematian dan kehidupan, supaya
> Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia
> Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. ( QS.al-Mulk:2 )
>
>
> SIKAP MANUSIA
>
> Dalam ujian hidup ini, setiap manusia pasti memiliki harapan untuk
> mendapatkan manfaat atau menolah bahaya. Akan tetapi dalam mewujudkan
> harapan ini manusia memiliki sikap dan jalan yang berbeda-beda, sesuai
> dengan keyakinan dan akidah mereka. Disinilah kita harus memperhatikan
> apakah sikap kita berdasarkan akidah yang benar atau yang keliru? Jika
> berdasarkan akidah yang benar, maka benarlah sikap kita dan jalan yang
> kita tempuh. Jika sebaliknya, bersegeralah mencari jalan kebenaran itu.
>
>
> Secara global, manusia terbagi dalam tiga kelompok:
>
>
> Pertama:Orang yang meyakini bahwa manusia tidak memiliki usaha. Dia
> menganggap bahwa manusia hanyalah bagaikan kapas tertiup angin, tidak
> memiliki kehendak dan usaha. Orang ini bermalas-malasan dalam berusaha
> menggapai maslahat ( kebaikan ) dan menolak bahaya. Sikap ini jelas
> bertentangan dengan firman Allah SWT: “ Sesungguhnya Allah tidak
> mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka
> sendiri”. ( QS.ar-Rad:11 )
>
>
> Kedua:Orang yang bersandar penuh kepada usaha dan kemampuan dirinya. Dia
> menyangka bahwa datangnya kebaikan dan tertolaknya bahaya tergantung
> mutlak kepada usaha yang dilakukannya. Orang seperti ini berarti telah
> meniadakan kemampuan Allah dalam menetapkan takdir. Alangkah sombongnya
> orang semacam ini, padahal jika Allah menimpakan bencana kepadanya, dia
> tidak akan bisa mengelak.
>
>
> Ketiga:Orang yang berada dipertengahan antara dua golongan diatas. Dia
> meyakini bahwa manusia memiliki kehendak dan kemampuan untuk berusaha
> mendatangkan manfaat dan menolak bahaya, bersamaan dengan ini dia
> menyadari bahwa usaha yang dilakukannya tetap bergantung kepada kehendak
> Allah. Dengan demikian, dalam melakukan usahanya, dia senantiasa
> bergantung kepada Allah. Jika usaha yang dilakukannya berhasil, dia akan
> memuji Allah. Jika gagal, dia akan berintrospeksi diri dan tidak merasa
> putus asa. Ini sangat sesuai dengan firman Allah SWT:” Sesungguhnya
> ( ayat-ayat ) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki
> ( kebaikan bagi dirinya ) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya.
> Dan kamu tidak mampu ( menempuh jalan itu ), kecuali bila Allah
> menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
> Bijaksana” ( QS.al-Insaan:29-30 )
>
>
> PERHATIKAN USAHAMU!!!
>
> Setelah kita memahami sikap yang benar dalam menghadapi kehidupan, yaitu
> berusaha mendapatkan kebaikan dan menolak bahaya dengan tetap bergantung
> dan menyandarkan hasilnya hanya kepada Allah, maka ada satu hal lain
> yang harus kita pahami dan perhatikan. Hendaknya, usaha yang kita
> lakukan benar-benar sesuai dengan kecintaan dan keridhaan Allah. Dengan
> kata lain, usaha kita tidak bertentangan dengan syariat Allah. Tentunya
> cita-cita tertinggi seorang muslim adalah menggapai kecintaan dan
> keridhaan Allah.
>
>
> Untuk itulah, jangan sampai usaha kita tercampur dengan kesyirikan,
> kebid'ahan ( perkara baru dalam agama ), atau kemaksiatan kepada Allah
> SWT dan Rasul-Nya.
>
>
> Barangkali dengan contoh akan lebih mudah bagi kita untuk memahaminya.
> Seorang pedagang, misalnya, agar dagangannya laris dia membuat jimat-
> jimat penglaris. Sama halnya dengan seorang mujahid yang berperang
> membela agama, tetapi dia menggunakan ilmu kekebalan, misalnya. Usaha
> ini adalah usaha yang bercampur dengan kesyirikan.
>
>
> Contoh lain, seorang ahli ibadah ingin mendapatkan pahala yang banyak
> dari Allah, tetapi dia melakukan berbagai bentuk ibadah baru yang tidak
> pernah disyari'atkan oleh Rasulullah saw. Ini merupakan usaha yang
> bercampur dengan kebid'ahan.
>
>
> Contoh berikutnya, seorang pedagang menjual barang dagangannya dengan
> berdusta dan mentupi cela barangnya, maka ini adalah usaha yang
> bercampur dengan kemaksiatan.
>
>
> Akhirnya, kita senantiasa memohon kepada Allah agar melapangkan hati
> kita untuk menerima kebenaran dan mengikutinya. Wallahul Muwaffiq.
>
>
> Sumber : Majalah Nikah Vol.7, No.12, Maret-April 2009, Rubrik: Landasan
> Utama, hal.34-35
>
Ayo Gabung GRATIIISSSS
Tampilkan postingan dengan label muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muslim. Tampilkan semua postingan
Minggu, 04 Oktober 2009
Jumat, 24 April 2009
SIAPAKAH MARIO TEGUH ITU...?
Buat yang nge-fans Mario Teguh,,,,semoga bermanfaat.
Petikan Wawancara Mario Teguh dengan SUFINEWS, untuk menjawab siapa sebetulnya beliau..
Pak Mario, saat memberikan terapi atau memotivasi, di antaraIlmu Kejiwaan Barat dan Ilmu Kejiwaan dalam agama, mana yang andagunakan?
Kalau Anda perhatikan penjelasan saya diatas, sebenarnya"peta" yang ada dalam Kecerdasan Emosional yang saya tawarkanmerupakan gugusan pilar dari kebenaran, keindahan dan kebaikan. Halini didasari oleh fitrah kehidupan bahwa manusia dalam hidup itu taklepas dari menginginkan kebaikan, menyukai keindahan dan mencarikebenaran. Tapi dalam realitas kehidupan, tiga hal ini lebih seringdirasakan oleh manusia sebagai tiga hal yang berdiri sendiri-sendiri.Misalnya kebenaran yang dicari ternyata malah membawa kepedihan,keindahan yang disukainya ternyata tidak membawa kebaikan, ataukebaikan yang diusahakan malah bertentangan dengan kebenaran. Padasaat yang demikian manusia tidak dapat menikmati keadaan itu secarasempurna lalu mengidap split personality atau kepribadian yangterpecah belah. Nah kira-kira melalui apa manusia dapat menemukan danmerasakan kebenaran, keindahan dan kebaikan sejati (haqiqi; red)?Dalam beragama bukan?!
Wah penjelasan Anda nyufi banget loh ?!
Ha…ha…ha…terimakasih, Mas. Tapi terus terang. Dalammenjalankan tugas (baik sebagai pembicara publik maupun motivator)saya menghindari komponen-komponen komunikasi yang terlalumengindikasikan agama Islam secara formal atau verbal.
Kenapa ?
Buat saya, ketika kita betul-betul dengan sadar sesadarnyamengatakan "ya !" terhadap keberadaan dan keesaan Allah (laa ilaahaillallaah; red) kita tak perlu repot-repot lagi memikirkan lebel-lebelformal ketuhanan. Pokoknya terus berlaku jujur, menjaga kerahasiaanklien, menganjurkan yang baik, menghindarkan perilaku, sikap danpikiran buruk, saya rasa ini semua pilihan orang-orang beriman. Itualasan pertama.
Alasan kedua, Islam itu agama rahmat untuk semesta alam loch.Berislam itu mbok yang keren abis gitu loch ! Maksudnya jadi orangIslam mbok yang betul-betul memayungi (pemeluk) agama-agama lain.Agama kita itu sebagai agama terakhir dan penyempurna bagi agama-agamasebelumnya. Agama kita puncak kesempurnaan agama loch. Dan karenanyakita harus tampil sebagai pembawa berita bagi semua. Kita tidak perlumengunggul-unggulka n agama kita yang memang sudah unggul dihadapansaudara-saudara kita yang tidak seagama dengan kita. Bagaimana Islambisa dinilai baik kalau kita selaku muslim lalu merendahkan agama (danpemeluk) agama lain.
Apakah dalam pandangan Anda semua agama itu sama ?
Ha…ha…ha…ya jelas tidak sama toch, Mas. Tapi oleh Tuhanmanusia diberi kebebasan memilih diantara ketidak samaan itu. Sayatidak akan mengatakan bahwa perbedaan itu rahmat, tapi saya akanmenunjukkan Windows Operating System yang dikeluarkan Microsof. Masihada toch Mas orang yang masih menggunakan Windows 95? Masih ada jugakan orang yang menggunakan Windows 98 atau Windows 2000? Dan Andasendiri sekarang menggunakan Windows XP kan?. Begitu juga denganagama-agama Tuhan, Mas. Ada versi-versi yang sesuai untuk zamannya,untuk kelengkapan fikiran di zaman itu dan disana ada jenis kemampuanmasing-masing orang dalam menyikapinya. Masak Anda mau memaksa oranglain untuk memakai XP pada orang yang kemampuannya cuma sebatasmemiliki Windows 95? Tidak toch!? Alangkah indahnya kalau semua orangIslam ketika bicara dapat diterima semua pemeluk agama lain. Contohnya seperti apa pembicaraan yang dapat diterima semuapemeluk agama ? "Anda adalah direktur utama dari perusahaan jasa milik Andasendiri. Anda adalah CEO dari kehidupan Anda sendiri. Anda sebenarnya,sepenuhnya bertanggungjawab atas bisnis kehidupan Anda dan apapun yangakan terjadi pada diri Anda sendiri. Anda bertanggungjawab atassemuanya antara lain, produksi, pemasaran, keuangan, RND dan lainsebagainya diperusahaan kehidupan Anda. Demikian pula Anda sendirilahyang menentukan berapa besar gaji Anda, berapa income Anda. Bila Andatidak puas dengan penghasilan yang Anda terima, Anda bisa melihatdidekat cermin Anda dan menegosiasikan pada bos Anda, yakni Andasendiri yang ada didalam cermin," begitu kira-kira. Nah, menurut sayaetos demikian tak dapat dibantah oleh semua ajaran agama-agama yangada didunia.
Apa yang anda contohkan bukan malah menujukkan bahwa manusiaadalah segala-segalanya. Terkesan, seolah-olah Tuhan tak memilikiperan apa-apa disana ?
Di atas saya mengatakan bahwa alasan kita tersenyum di pagihari kepada isteri dan anak-anak, menyambut mereka dengan santun,berusaha datang tepat waktu untuk memenuhi janji, itu semua bukansemata-mata karena didasari atas kesantunan kita sebagai manusia,melainkan kita ingin mengabdi kepada-Nya.. Begitu juga dengan contohbarusan, itu sebenarnya merupakan cermin atas pesan agama yang memintatotalitas kita dalam menjalankan sebuah amanah.. Apalagi jika kitabicara tentang "cermin", akan sangat panjang pembicaraan kita. Dansetiap spirit tidak selalu harus ada embel-embel nama surat atau ayatdari kitab suci tertentu. Bukankah seorang jenderal paling ateis punketika melepaskan pasukannya ke medan perang tak dapat menghindarkandiri dari ucapan, "Semoga kalian sukses!". Kalimat "Semoga" disitumenyimpan harapan campur tangan kekuatan dari Yang Maha Kuat. BiarlahTuhan menjadi sesuatu yang tersembunyi dikedalaman relung hati kitayang paling dalam.
Apa arti sukses menurut anda ?
Perjalanan 50 tahun hidup yang sudah saya jalani menyimpulkanbahwa sukses itu tidak selalu berarti mendapat piala atau pujian,meski tak ada salahnya jika kita mendapatkan keduanya. Hanya saja itusemua bukan kriteria dari sukses itu sendiri. Karenanya tak jarangorang kemudian sulit menemukan kesuksesan-kesukses an yang pernahdiraihnya.
Secara sederhana sukses adalah bagaimana kita keluar daricomfort zone kita dan mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya.Dengan definisi ini Anda akan melihat begitu banyak kesuksesan yangbisa Anda lihat pada diri Anda. Kalau kemarin Anda baru bisa membantusatu orang, hari ini Anda bisa membantu dua dan besok Anda bisamembantu lebih banyak lagi, maka anda sukses. Dengan perasaan yangpositif mengenai kesuksesan yang pernah Anda raih, maka Anda akanmerasa semakin sukses dan semakin percaya diri dengan cita-cita, visidan misi hidup Anda. Saya sangat tidak setuju dengan ungkapan, "Biarlah kitasekarang susah, asal nanti kita sukses". Ini jelas enggak pernah bakalsukses. Saya bertanya, dimana anak tangganya? Bukankah untuk meraihkesuksesan besar harus diawali dengan kesuksesan kecil dan sedang?.Ada pepatah yang mengatakan, "Sukses akan melahirkan sukses yanglain." Nah dari pepatah ini dapat diambil pelajaran, apabila kitasemakin mudah untuk melihat kesuksesan kita dari hal-hal yang kecil,maka mudah bagi kita untuk mengumpulkan, mengakumulasikan danmelangkah mencapai sukses yang lebih besar. Percaya dech, dengansukses kecil-kecil itu, cepat atau lambat sukses yang lebih besar akanmenjemput Anda.
Penjelasan Anda mengingatkan saya akan nasehat Sufi Besar,Imam Ibnu 'Atha'illah, yang mengatakan, "Tanamkanlah ujudmu dalam bumiyang sunyi sepi, karena sesuatu yang tumbuh dari benda yang belumditanam, tidak sempurna hasilnya." Pertanyaannya, bagaimana memupukrasa rendah hati dalam diri kita ?
O, ya ? Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memupukkerendahan hati diantaranya adalah dengan menyadari kembali bahwaseluruh yang kita punyai adalah anugerah-Nya, berkah-Nya ataurahmat-Nya. Karenanya katakan pada diri sendiri, "Aku masih inginbelajar", "Aku masih ingin mendapatkan input dari sekelilingku" , "Akumasih ingin mendapatkan pengetahuan- pengetahuan dari mana saja agardapat lebih baik".
"Aku masih ingin belajar", "Aku masih ingin mendapatkan inputdari sekelilingku" , "Aku masih ingin mendapatkan pengetahuan-pengetahuan dari mana saja agar dapat lebih baik". Jika ditilik darikehidupan kita, umat Islam, nampaknya metode memupuk kerendahan hatiyang Anda sampaikan masih menjadi problem besar tersendiri ya ?
Persis seperti yang saya perhatikan selama ini.Saudara-saudara kita sesama muslim masih terlalu asyik dengan dunianyasendiri dan bergaul hanya pada lingkungannya sendiri. Malah yang lebihmemprihatikan, dengan sesama muslim kalau ngundang pembicara dia tanyadulu, "Orang itu madzhabnya apa ?." Dia tidak akan menerima orang yangtidak satu madzhab, satu aliran, dengannya. Padahal dinegara-negaramaju sudah menjadi pemandangan yang biasa orang-orang Yahudimengundang pembicara Islam, Hindu atau Kristiani, atau sebaliknya.
Mereka sudah mantap dengan iman mereka sehingga mereka tidakkhawatir dengan pembicara yang datang dari luar komunitas mereka.Mereka sangat yakin, bahwa dengan cara demikian (menghadirkanpembicara "orang luar"), mereka dapat memperkaya wacana dan kehangatanbatin.. Kita, atau persisnya sebagian umat Islam, lupa bahwa salahsatu cara mensyukuri perbedaan ditunjukkan bukan pada lisan akantetapi dengan mendengarkan pendapat orang lain yang beda keyakinanagamanya.
Anda punya pengalaman keberislaman Anda yang inclusive itu?
Iya. Pernah beberapa peserta saya mengklaim materi yang barusaja selesai saya sampaikan menurut sudut pandang keyakinan agamamereka. Seorang peserta yang beragama Kristiani mengatakan bahwamateri saya ada juga di ajarkan dalam Injil. Peserta lain yangberagama Islam mengaku bahwa materi yang saya sampaikan ada diAl-Quran surat al-Maidah. Peserta yang Budha menganggap bahwa materisaya itu penerapan dari Dharma-dharma Budha. Saya hanya mengembalikansemua apresiasi itu kepada-Nya.
Pengalaman lain ?
Masih banyak orang yang salah faham terhadap Islam. Ada satupengalaman yang mengherankan sekaligus membuat saya prihatin. Dalamsatu seminar di acara coffee break isteri saya didatangi salah seorangpeserta penganut agama Kristen yang taat. Masih kepada isteri saya,orang itu memberi komentar bahwa saya menerapkan ajaran Injil denganbaik. Lalu dengan lembut, penuh kehati-hatian, isteri saya memberitahubahwa saya seorang muslim. Sontak orang itu terperanjat saatmengetahui bahwa saya seorang muslim. Yang membuat isteri saya (dankemudian juga saya) prihatin adalah ucapannya, "Loch, koq ada ya orangIslam yang baik macam Pak Mario !?" Saya pun terkekeh mendengarnya.Nah ini kritik dan sekaligus menjadi tugas kita semua untukmemperbaiki citra Islam.
Ebook Gratis dan Software Gratis
Petikan Wawancara Mario Teguh dengan SUFINEWS, untuk menjawab siapa sebetulnya beliau..
Pak Mario, saat memberikan terapi atau memotivasi, di antaraIlmu Kejiwaan Barat dan Ilmu Kejiwaan dalam agama, mana yang andagunakan?
Kalau Anda perhatikan penjelasan saya diatas, sebenarnya"peta" yang ada dalam Kecerdasan Emosional yang saya tawarkanmerupakan gugusan pilar dari kebenaran, keindahan dan kebaikan. Halini didasari oleh fitrah kehidupan bahwa manusia dalam hidup itu taklepas dari menginginkan kebaikan, menyukai keindahan dan mencarikebenaran. Tapi dalam realitas kehidupan, tiga hal ini lebih seringdirasakan oleh manusia sebagai tiga hal yang berdiri sendiri-sendiri.Misalnya kebenaran yang dicari ternyata malah membawa kepedihan,keindahan yang disukainya ternyata tidak membawa kebaikan, ataukebaikan yang diusahakan malah bertentangan dengan kebenaran. Padasaat yang demikian manusia tidak dapat menikmati keadaan itu secarasempurna lalu mengidap split personality atau kepribadian yangterpecah belah. Nah kira-kira melalui apa manusia dapat menemukan danmerasakan kebenaran, keindahan dan kebaikan sejati (haqiqi; red)?Dalam beragama bukan?!
Wah penjelasan Anda nyufi banget loh ?!
Ha…ha…ha…terimakasih, Mas. Tapi terus terang. Dalammenjalankan tugas (baik sebagai pembicara publik maupun motivator)saya menghindari komponen-komponen komunikasi yang terlalumengindikasikan agama Islam secara formal atau verbal.
Kenapa ?
Buat saya, ketika kita betul-betul dengan sadar sesadarnyamengatakan "ya !" terhadap keberadaan dan keesaan Allah (laa ilaahaillallaah; red) kita tak perlu repot-repot lagi memikirkan lebel-lebelformal ketuhanan. Pokoknya terus berlaku jujur, menjaga kerahasiaanklien, menganjurkan yang baik, menghindarkan perilaku, sikap danpikiran buruk, saya rasa ini semua pilihan orang-orang beriman. Itualasan pertama.
Alasan kedua, Islam itu agama rahmat untuk semesta alam loch.Berislam itu mbok yang keren abis gitu loch ! Maksudnya jadi orangIslam mbok yang betul-betul memayungi (pemeluk) agama-agama lain.Agama kita itu sebagai agama terakhir dan penyempurna bagi agama-agamasebelumnya. Agama kita puncak kesempurnaan agama loch. Dan karenanyakita harus tampil sebagai pembawa berita bagi semua. Kita tidak perlumengunggul-unggulka n agama kita yang memang sudah unggul dihadapansaudara-saudara kita yang tidak seagama dengan kita. Bagaimana Islambisa dinilai baik kalau kita selaku muslim lalu merendahkan agama (danpemeluk) agama lain.
Apakah dalam pandangan Anda semua agama itu sama ?
Ha…ha…ha…ya jelas tidak sama toch, Mas. Tapi oleh Tuhanmanusia diberi kebebasan memilih diantara ketidak samaan itu. Sayatidak akan mengatakan bahwa perbedaan itu rahmat, tapi saya akanmenunjukkan Windows Operating System yang dikeluarkan Microsof. Masihada toch Mas orang yang masih menggunakan Windows 95? Masih ada jugakan orang yang menggunakan Windows 98 atau Windows 2000? Dan Andasendiri sekarang menggunakan Windows XP kan?. Begitu juga denganagama-agama Tuhan, Mas. Ada versi-versi yang sesuai untuk zamannya,untuk kelengkapan fikiran di zaman itu dan disana ada jenis kemampuanmasing-masing orang dalam menyikapinya. Masak Anda mau memaksa oranglain untuk memakai XP pada orang yang kemampuannya cuma sebatasmemiliki Windows 95? Tidak toch!? Alangkah indahnya kalau semua orangIslam ketika bicara dapat diterima semua pemeluk agama lain. Contohnya seperti apa pembicaraan yang dapat diterima semuapemeluk agama ? "Anda adalah direktur utama dari perusahaan jasa milik Andasendiri. Anda adalah CEO dari kehidupan Anda sendiri. Anda sebenarnya,sepenuhnya bertanggungjawab atas bisnis kehidupan Anda dan apapun yangakan terjadi pada diri Anda sendiri. Anda bertanggungjawab atassemuanya antara lain, produksi, pemasaran, keuangan, RND dan lainsebagainya diperusahaan kehidupan Anda. Demikian pula Anda sendirilahyang menentukan berapa besar gaji Anda, berapa income Anda. Bila Andatidak puas dengan penghasilan yang Anda terima, Anda bisa melihatdidekat cermin Anda dan menegosiasikan pada bos Anda, yakni Andasendiri yang ada didalam cermin," begitu kira-kira. Nah, menurut sayaetos demikian tak dapat dibantah oleh semua ajaran agama-agama yangada didunia.
Apa yang anda contohkan bukan malah menujukkan bahwa manusiaadalah segala-segalanya. Terkesan, seolah-olah Tuhan tak memilikiperan apa-apa disana ?
Di atas saya mengatakan bahwa alasan kita tersenyum di pagihari kepada isteri dan anak-anak, menyambut mereka dengan santun,berusaha datang tepat waktu untuk memenuhi janji, itu semua bukansemata-mata karena didasari atas kesantunan kita sebagai manusia,melainkan kita ingin mengabdi kepada-Nya.. Begitu juga dengan contohbarusan, itu sebenarnya merupakan cermin atas pesan agama yang memintatotalitas kita dalam menjalankan sebuah amanah.. Apalagi jika kitabicara tentang "cermin", akan sangat panjang pembicaraan kita. Dansetiap spirit tidak selalu harus ada embel-embel nama surat atau ayatdari kitab suci tertentu. Bukankah seorang jenderal paling ateis punketika melepaskan pasukannya ke medan perang tak dapat menghindarkandiri dari ucapan, "Semoga kalian sukses!". Kalimat "Semoga" disitumenyimpan harapan campur tangan kekuatan dari Yang Maha Kuat. BiarlahTuhan menjadi sesuatu yang tersembunyi dikedalaman relung hati kitayang paling dalam.
Apa arti sukses menurut anda ?
Perjalanan 50 tahun hidup yang sudah saya jalani menyimpulkanbahwa sukses itu tidak selalu berarti mendapat piala atau pujian,meski tak ada salahnya jika kita mendapatkan keduanya. Hanya saja itusemua bukan kriteria dari sukses itu sendiri. Karenanya tak jarangorang kemudian sulit menemukan kesuksesan-kesukses an yang pernahdiraihnya.
Secara sederhana sukses adalah bagaimana kita keluar daricomfort zone kita dan mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya.Dengan definisi ini Anda akan melihat begitu banyak kesuksesan yangbisa Anda lihat pada diri Anda. Kalau kemarin Anda baru bisa membantusatu orang, hari ini Anda bisa membantu dua dan besok Anda bisamembantu lebih banyak lagi, maka anda sukses. Dengan perasaan yangpositif mengenai kesuksesan yang pernah Anda raih, maka Anda akanmerasa semakin sukses dan semakin percaya diri dengan cita-cita, visidan misi hidup Anda. Saya sangat tidak setuju dengan ungkapan, "Biarlah kitasekarang susah, asal nanti kita sukses". Ini jelas enggak pernah bakalsukses. Saya bertanya, dimana anak tangganya? Bukankah untuk meraihkesuksesan besar harus diawali dengan kesuksesan kecil dan sedang?.Ada pepatah yang mengatakan, "Sukses akan melahirkan sukses yanglain." Nah dari pepatah ini dapat diambil pelajaran, apabila kitasemakin mudah untuk melihat kesuksesan kita dari hal-hal yang kecil,maka mudah bagi kita untuk mengumpulkan, mengakumulasikan danmelangkah mencapai sukses yang lebih besar. Percaya dech, dengansukses kecil-kecil itu, cepat atau lambat sukses yang lebih besar akanmenjemput Anda.
Penjelasan Anda mengingatkan saya akan nasehat Sufi Besar,Imam Ibnu 'Atha'illah, yang mengatakan, "Tanamkanlah ujudmu dalam bumiyang sunyi sepi, karena sesuatu yang tumbuh dari benda yang belumditanam, tidak sempurna hasilnya." Pertanyaannya, bagaimana memupukrasa rendah hati dalam diri kita ?
O, ya ? Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memupukkerendahan hati diantaranya adalah dengan menyadari kembali bahwaseluruh yang kita punyai adalah anugerah-Nya, berkah-Nya ataurahmat-Nya. Karenanya katakan pada diri sendiri, "Aku masih inginbelajar", "Aku masih ingin mendapatkan input dari sekelilingku" , "Akumasih ingin mendapatkan pengetahuan- pengetahuan dari mana saja agardapat lebih baik".
"Aku masih ingin belajar", "Aku masih ingin mendapatkan inputdari sekelilingku" , "Aku masih ingin mendapatkan pengetahuan-pengetahuan dari mana saja agar dapat lebih baik". Jika ditilik darikehidupan kita, umat Islam, nampaknya metode memupuk kerendahan hatiyang Anda sampaikan masih menjadi problem besar tersendiri ya ?
Persis seperti yang saya perhatikan selama ini.Saudara-saudara kita sesama muslim masih terlalu asyik dengan dunianyasendiri dan bergaul hanya pada lingkungannya sendiri. Malah yang lebihmemprihatikan, dengan sesama muslim kalau ngundang pembicara dia tanyadulu, "Orang itu madzhabnya apa ?." Dia tidak akan menerima orang yangtidak satu madzhab, satu aliran, dengannya. Padahal dinegara-negaramaju sudah menjadi pemandangan yang biasa orang-orang Yahudimengundang pembicara Islam, Hindu atau Kristiani, atau sebaliknya.
Mereka sudah mantap dengan iman mereka sehingga mereka tidakkhawatir dengan pembicara yang datang dari luar komunitas mereka.Mereka sangat yakin, bahwa dengan cara demikian (menghadirkanpembicara "orang luar"), mereka dapat memperkaya wacana dan kehangatanbatin.. Kita, atau persisnya sebagian umat Islam, lupa bahwa salahsatu cara mensyukuri perbedaan ditunjukkan bukan pada lisan akantetapi dengan mendengarkan pendapat orang lain yang beda keyakinanagamanya.
Anda punya pengalaman keberislaman Anda yang inclusive itu?
Iya. Pernah beberapa peserta saya mengklaim materi yang barusaja selesai saya sampaikan menurut sudut pandang keyakinan agamamereka. Seorang peserta yang beragama Kristiani mengatakan bahwamateri saya ada juga di ajarkan dalam Injil. Peserta lain yangberagama Islam mengaku bahwa materi yang saya sampaikan ada diAl-Quran surat al-Maidah. Peserta yang Budha menganggap bahwa materisaya itu penerapan dari Dharma-dharma Budha. Saya hanya mengembalikansemua apresiasi itu kepada-Nya.
Pengalaman lain ?
Masih banyak orang yang salah faham terhadap Islam. Ada satupengalaman yang mengherankan sekaligus membuat saya prihatin. Dalamsatu seminar di acara coffee break isteri saya didatangi salah seorangpeserta penganut agama Kristen yang taat. Masih kepada isteri saya,orang itu memberi komentar bahwa saya menerapkan ajaran Injil denganbaik. Lalu dengan lembut, penuh kehati-hatian, isteri saya memberitahubahwa saya seorang muslim. Sontak orang itu terperanjat saatmengetahui bahwa saya seorang muslim. Yang membuat isteri saya (dankemudian juga saya) prihatin adalah ucapannya, "Loch, koq ada ya orangIslam yang baik macam Pak Mario !?" Saya pun terkekeh mendengarnya.Nah ini kritik dan sekaligus menjadi tugas kita semua untukmemperbaiki citra Islam.
Ebook Gratis dan Software Gratis
Label:
Al-Quran,
dakwah islam,
download gratis,
ebook gratis,
free ebook,
free software,
islam,
mario teguh,
muslim
Minggu, 22 Maret 2009
Bertaubatlah Yahudi ! Ini Janji ALLAH !

Download Bermacam-macam Ebook
dan Software Gratis disini
dan Software Gratis disini
Janji Pertama:
"Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab
itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua
kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang
besar".
"Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama
dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami
yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di
kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana." (QS 17:
4-5)
Janji Pertama Allah sudah terlaksana dan si Penghukum
Sadis ini sudah menyiksa kaum Yahudi, bahkan bukan hanya di kampung
halaman mereka sendiri, tapi hingga ke seluruh pelosok dunia. Mau
lihat siapa orangnya?
Spoiler for Penghukum Sadis:
Adolf Hitler
Janji Kedua:
"Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan
mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak
dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar." (QS. 17: 6)
Janji inipun sudah terlaksana. Karena tak berapa lama
setelah si Penghukum Sadis ini berhasil mereka kalahkan, bangsa Israel
pun akhirnya diizinkan oleh Tuhan untuk menang dan bangkit. Dan
setelah hampir dua setengah milenium bangsa Israel tidak memiliki
negara dan hidup luntang-lantung, kini bangsa Israel sudah memiliki
negara, kekuatan, harta, dan pendukung dari kalangan Jewish-Christian
dan Jewish-Moslem.
Spoiler for Berdiri:
Setelah kehancuran Nazi, David Ben Gurion memproklamirkan
berdirinya negara Israel pada 14 Mei 1948
Di samping itu, saat ini kaum Zionis (baik keturunan
biologis Israel maupun bukan) telah menguasai hampir seluruh aspek
kehidupan manusia di seluruh dunia, dari penguasaan mereka terhadap
media, perbankan dan keuangan, militer, perdagangan, teknologi dan
lain sebagainya.
Saat Ini Adalah Kesempatan Terakhir Israel Untuk Bertaubat:
"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi
dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi
dirimu sendiri" (QS. 17:7)
Saat ini adalah momen dan kesempatan yang Allah berikan
kepada bangsa Israel untuk bertaubat dan kembali ke Jalan Tuhan.
Pilihan itu sudah Allah Swt berikan. Seandainya dengan kekuatan dan
kekuasaan yang Allah berikan saat ini kepada mereka itu digunakan
untuk berbuat kebaikan kepada sesama manusia, maka mereka sendirilah
yang akan menikmati hasil kebaikannya. Namun jika karunia itu mereka
salahgunakan dengan–sekali lagi–membuat kerusakan di muka bumi, maka
Janji Allah yang kedua pasti akan terlaksana. D salam Al-Qur'an Allah
sudah mengisyaratkan bahwa bangsa ini tidak akan berbuat kebaikan, dan
bahkan sebaliknya mereka akan semakin menyombongkan diri dan membuat
kerusakan di muka bumi sehingga pada akhirnya akan terlaksanalah janji
Allah Swt yang kedua.
Akan Terlaksananya Janji Allah Yang Kedua Sebentar Lagi:
"Apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua,
(Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan
mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya
pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja
yang mereka kuasai." (QS. 17:7)
Apabila sudah matang/genapnya kejahatan Israel yang kedua
dengan membuat berbagai kerusakan di muka bumi ini, maka Allah Swt
berjanji akan membangkit suatu bangsa yang pada masa lalu, juga pernah
mengalahkan dan memperbudak bangsa Israel, yaitu bangsa Persia. Jadi
jangan heran kalau saat ini Israel sudah kebakaran jenggot dengan
kemajuan bangsa Iran!
Iran Adalah Satu-satunya Negara Islam Yang Bikin Nyali
Israel Kecut!
Spoiler for Iran:
Rahbar sedang Menginspeksi Batalyon Teladan Asyura dan Az-Zahra
"Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang
dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti
suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS. 61:4)
"Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang."
(QS. 37:173)
Batalyon Zahra
Melihat dari nubuat-nubuat yang ada, sangat mungkin
beberapa tahun lagi (barangkali sekitar 3 tahun lagi–atau sekitar
tahun 2012 atau mungkin juga lebih cepat. Wallahu'alam) akan terjadi
perang terbuka antara Iran dan Israel bersama sekutunya. Dan selama
masa-masa ini, berbagai fitnah akan terjadi di berbagai pelosok dunia,
karena masa penderitaan bagi umat Muslim sedang berjalan. Marilah kita
seluruh umat Islam, perbanyaklah solat, berzikir, berdoa, bertawasul,
dan pegang erat-eratlah Al-Qur'an kalau tidak mau binasa.
darsono
EBOOK GRATIS SOFTWARE GRATIS FREE EBOOK FREE SOFTWARE
CARA MEMBUAT WEBSITE DENGAN FRONTPAGE BISNIS ONLINE
BISNIS INTERNET
Senin, 02 Maret 2009
Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika.
Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya
di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat
oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya.
Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di
Amerika , ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka
semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah
masuk Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di
Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung
tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja.
Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda
itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan
duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan
mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan
penghormatan lantas kembali duduk.
Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para
hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia
keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya.
Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia
tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu
berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin
keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar.
Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu
bahwa saya seorang muslim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang
terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang
pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan
mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda
tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun
menerima tantangan debat tersebut.
Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan
dan anda harus menjawabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan
berkata, "Silahkan!"
Sang pendeta-pun mulai bertanya,
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya,
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak
menyukainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa
ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab
dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab
dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting
mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan
dan dua di bawah sinaran matahari?" Mendengar pertanyaan tersebut
pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada
Allah.
Setelah membaca basmalah ia berkata,
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah
SWT berfirman: "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda
(kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang
dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh
seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir
roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil,
Zabur dan al Qur'an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika
Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh
lapis. Allah SWT berfirman: "Yang telah menciptakan tujuh langit
berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang
Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat
pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman: "Dan malaikat-malaikat
berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang
malaikat menjunjung 'Arsy Rabb-mu di atas kepala) mereka." (Al-Haqah:
17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang
diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin
topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan.
Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya
sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah
saudara-saudaraYusuf
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi
Musa yang terdapat dalam firman Allah: "Dan (ingatlah) ketika Musa
memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu
dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air."
(Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah
saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh
adalah waktu Shubuh. Allah SWT berfirman: "Dan waktu subuh apabila
fajarnya mulai menyingsing." (At-Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan
Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah
saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,
"Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami
tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan
serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,"
tak ada
cercaaan terhadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan
memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang."
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai
adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek
suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu
adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang
diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api
adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman: "Wahai api dinginlah dan
selamatkan Ibrahim." (Al Anbiya')
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih,
yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara
dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara
besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT:
"Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting
mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan
dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun,
ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang
lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim
tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia
mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu
pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.
Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"
Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya
diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha
menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil.
Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab
pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Mereka berkata: Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan
semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun
anda tidak mampu menjawabnya!
Pendeta tersebut berkata, Sungguh aku mengetahui jawaban dari
pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.
"Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda".
Sang pendeta pun berkata, jawabannya ialah:
Asyhadu an La Ilaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk
agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga
mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang
bertakwa.
* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)
** Kisah nyata ini di ambil dari Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah
melalui internet, www.gesah.net
Kaum yang berpikir (termasuk para pendeta) sedianya telah mengetahui
bahwa Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan
akan menjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia dan di akherat.
Apa yang menyebabkan hati-hati para pendeta itu masih tertutup bahkan
cenderung mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya.
Semoga Allah SWT memberikan Hidayah kepada mereka yang mau berpikir.. Amien
Jangan putuskan tulisan ini... please forward Sebarkan tulisan ini ke
saudara-saudara Kita, mudah-mudahan bermanfaat
"Sebarkanlah walau hanya 1 ayat"
by www.infobisnis-09.com dan download ebook membuat website gratis
di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat
oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya.
Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di
Amerika , ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka
semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah
masuk Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di
Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung
tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja.
Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda
itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan
duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan
mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan
penghormatan lantas kembali duduk.
Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para
hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia
keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya.
Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia
tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu
berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin
keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar.
Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu
bahwa saya seorang muslim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang
terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang
pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan
mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda
tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun
menerima tantangan debat tersebut.
Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan
dan anda harus menjawabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan
berkata, "Silahkan!"
Sang pendeta-pun mulai bertanya,
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya,
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak
menyukainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa
ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab
dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab
dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting
mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan
dan dua di bawah sinaran matahari?" Mendengar pertanyaan tersebut
pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada
Allah.
Setelah membaca basmalah ia berkata,
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah
SWT berfirman: "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda
(kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang
dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh
seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir
roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil,
Zabur dan al Qur'an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika
Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh
lapis. Allah SWT berfirman: "Yang telah menciptakan tujuh langit
berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang
Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat
pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman: "Dan malaikat-malaikat
berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang
malaikat menjunjung 'Arsy Rabb-mu di atas kepala) mereka." (Al-Haqah:
17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang
diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin
topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan.
Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya
sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah
saudara-saudaraYusuf
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi
Musa yang terdapat dalam firman Allah: "Dan (ingatlah) ketika Musa
memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu
dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air."
(Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah
saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh
adalah waktu Shubuh. Allah SWT berfirman: "Dan waktu subuh apabila
fajarnya mulai menyingsing." (At-Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan
Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah
saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,
"Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami
tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan
serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,"
tak ada
cercaaan terhadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan
memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang."
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai
adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek
suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu
adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang
diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api
adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman: "Wahai api dinginlah dan
selamatkan Ibrahim." (Al Anbiya')
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih,
yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara
dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara
besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT:
"Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting
mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan
dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun,
ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang
lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim
tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia
mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu
pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.
Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"
Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya
diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha
menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil.
Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab
pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Mereka berkata: Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan
semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun
anda tidak mampu menjawabnya!
Pendeta tersebut berkata, Sungguh aku mengetahui jawaban dari
pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.
"Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda".
Sang pendeta pun berkata, jawabannya ialah:
Asyhadu an La Ilaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk
agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga
mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang
bertakwa.
* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)
** Kisah nyata ini di ambil dari Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah
melalui internet, www.gesah.net
Kaum yang berpikir (termasuk para pendeta) sedianya telah mengetahui
bahwa Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan
akan menjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia dan di akherat.
Apa yang menyebabkan hati-hati para pendeta itu masih tertutup bahkan
cenderung mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya.
Semoga Allah SWT memberikan Hidayah kepada mereka yang mau berpikir.. Amien
Jangan putuskan tulisan ini... please forward Sebarkan tulisan ini ke
saudara-saudara Kita, mudah-mudahan bermanfaat
"Sebarkanlah walau hanya 1 ayat"
by www.infobisnis-09.com dan download ebook membuat website gratis
Label:
Allah,
arab,
dakwah islam,
islam,
kisah nyata,
muhammad saw,
muslim
Langganan:
Postingan (Atom)


